Malraterkini.com.- Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Maluku Tenggara, Ahmad Dahlan Tamher mewakili Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun menghadiri Deklarasi dan Diskusi Publik yang diselenggarakan Komunitas Gerakan Edukasi Perempuan Kei.
Deklarasi dan Diskusi publik bertemakan Pendidikan Perempuan Kei dalam Bingkai Budaya Lokal dan Kebijakan Daerah berlangsung di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara dan dihadiri unsur tokoh masyarakat, Komisioner KPU, pemuka agama, budayawan perempuan Kei, organisasi perempuan, pimpinan OKP, mahasiswa, pejabat administrator, serta insan pers.
Dalam sambutan, Bupati Thaher Hanubun mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mengusung tema: Pendidikan Perempuan Kei dalam Bingkai Budaya Lokal dan Kebijakan Daerah.
Bupati Thaher Hanubun menilai forum tersebut penting untuk membuka ruang pemikiran dan dialog mengenai eksistensi perempuan Kei dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Ia juga menegaskan bahwa gerakan perempuan Kei berakar kuat pada nilai adat Larvul Ngabal, yang menempatkan perempuan sebagai sosok mulia atau lumas, bahkan sebagai penjaga harmoni dan juru damai. Nilai tersebut, menurutnya, tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Bupati Maluku Tenggara dua periode itu juga menyinggung peristiwa 2 Februari 2024, ketika ratusan perempuan Kei turun ke jalan menyampaikan seruan moral untuk menghentikan pertikaian di Kota Tual dan Maluku Tenggara.
“Gerakan itu menunjukkan jati diri perempuan Kei sebagai sosok mulia yang menjaga martabat dan kedamaian,” ungkap Bupati mengenang kembali aksi solidaritas perempuan Kei.
Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan serta menjaga martabat perempuan Kei.
Orang nomor satu di Kabupaten Maluku Tenggara itu juga mendorong perempuan Kei untuk terus memperkuat kapasitas melalui pendidikan dan karya, tanpa meninggalkan akar budaya.
“Perempuan Kei harus tetap menjadi sosok yang mulia, bermartabat, dan dihormati,”imbaunya.
Kegiatan deklarasi dan diskusi publik ini diharapkan menjadi momentum bersama untuk memperkuat peran perempuan Kei dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan sosial budaya. (RB)
