Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen.
Malraterkini.com.- Gerakan Edukasi Perempuan Kei (GEP KEI) resmi di deklarasikan di Kabupaten Maluku Tenggara. Wadah bagi berkumpulnya perempuan Kei itu mendapatkan aliran dukungan, salah satunya dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen.
Dalam sesi diskusi publik yang digelar saat deklarasi, Raudha menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan launching GEP KEI yang dirangkaikan dengan diskusi publik.Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu, 14 Februari 2026.
Dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh budaya, organisasi perempuan, OKP, serta rekan-rekan media.

Dalam sambutannya sebagai Dewan Pembina GEP KEI, Bin Raudha Arif Hanoeboen menyampaikan apresiasi atas lahirnya gerakan yang dinilainya sebagai hasil dari diskusi panjang bersama para aktivis perempuan.
“Gerakan ini lahir dari kegelisahan yang nyata. Selama ini, ruang berhimpun yang secara khusus membahas pendidikan perempuan dirasakan masih terbatas. GEP KEI hadir untuk menjawab kebutuhan itu,”ungkap Raudha di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu, (14/2/2026).

Raudha menekankan bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap inisiatif-inisiatif positif yang mendorong pemberdayaan dan peningkatan kapasitas perempuan.
“Saya yakin, dalam kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, gerakan seperti ini akan mendapat dukungan penuh pemerintah daerah siap memberi support selama gerakan ini bergerak untuk kemajuan,”tandasnya.
Akademisi Universitas Pattimura itu mengaku tantangan utama saat ini bukan lagi semata-mata soal akses pendidikan bagi perempuan. Negara dan pemerintah daerah, kata dia, telah membuka ruang yang luas dan setara.
“Pertanyaan besarnya sekarang adalah: apakah kesempatan yang tersedia sudah dimanfaatkan secara maksimal? Tantangan kita adalah mengisi ruang itu dengan kualitas, kapasitas, prestasi, karakter, dan kepemimpinan perempuan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa GEP KEI memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas internal perempuan Kei agar mampu mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
“Gerakan edukasi ini harus menjadi wadah penguatan. Bukan hanya bicara akses, tetapi bagaimana perempuan membangun kompetensi dan leadership,” katanya.
Bin Raudha Arif Hanoeboen juga mengajak seluruh jajaran Dinas Pendidikan untuk memberikan dukungan konkret terhadap gerakan tersebut.
“Hari ini, Plt Kepala Dinas menjadi pembina. Maka seluruh energi dan kekuatan Dinas Pendidikan wajib memberi support. Ini adalah refleksi sekaligus tanggung jawab moral kami,” tandasnya.
Diskusi publik yang menyusul kegiatan launching diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai penguatan pendidikan dan kepemimpinan perempuan Kei.
Dengan lahirnya GEP KEI, diharapkan semakin terbuka ruang kolaborasi dalam mendorong perempuan Kei yang berdaya, berpendidikan, dan berperan aktif dalam pembangunan daerah. (RB)
