
Bupati Maluku Tenggara,Muhamad Thaher Hanubun Hadiri Dialog Strategis Nasional di Jakarta. (Foto: istimewa)
Malraterkini.com.- Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun menghadiri Dialog Strategis Nasional 2026 bersama para guru besar dan mahasiswa pascasarjana strata dua (S2) dan strata tiga (S3) dari Universitas Sahid dan Universitas Indonesia (UI).
Kegiatan ini menjadi forum akademik strategis untuk membahas arah pembangunan nasional dan daerah berbasis kajian ilmiah serta perspektif kebijakan publik.
Dalam dialog tersebut, Bupati Thaher Hanubun menyampaikan sejumlah isu strategis dan potensi unggulan Kabupaten Maluku Tenggara yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan kawasan timur Indonesia.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan generasi muda intelektual dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis riset.
“Maluku Tenggara memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan, pariwisata bahari, serta kekayaan budaya lokal yang unik. Tantangannya adalah bagaimana potensi ini dikelola secara terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Bupati Thaher Hanubun saat memaparkan materi di Forum Dialog Strategis Nasional 2026 di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Bupati Thaher ikut menyoroti isu strategis yaitu seperti penguatan sumber daya manusia, konektivitas wilayah kepulauan, ketahanan pangan, serta pembangunan infrastruktur dasar yang ramah lingkungan.
“Isu strategis ini harus mendapatkan dukungan kajian akademik sangat dibutuhkan untuk menjawab kompleksitas pembangunan di daerah kepulauan seperti Maluku Tenggara,”kata Bupati Thaher.
Terlihat antuasias para peserta Dialog yang terdiri dari guru besar. Para Profesor ini memberikan apresiasi atas pemaparan tersebut dan mendorong agar pemerintah daerah terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi.
Terlihat pula, mahasiswa pascasarjana S2 dan S3 pun aktif berdiskusi, menyampaikan pandangan kritis serta rekomendasi kebijakan berbasis penelitian yang relevan dengan kondisi daerah.
Dialog Strategis Nasional 2026 ini diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan yang produktif serta melahirkan rekomendasi strategis bagi pembangunan daerah dan nasional, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam menjawab tantangan masa depan. (Tim Redaksi)
