Malraterkini.com.- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Maluku Tenggara menggelar kegiatan ‘Ngaburit Pengawasan’ engan tema Sinergi Menjaga Integritas Demokrasi, bertempat di Sekretariat Bawaslu Malra, Senin, 02/02/2026 pukul 16.00 WIT.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Maluku Tenggara, Richardo E.A. Somnaikubun, S.E, dan dihadiri para Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), akademisi dari STIA Langgur dan Politeknik Negeri Tual, insan pers, serta perwakilan KPU Kabupaten Maluku Tenggara.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Maluku Tenggara, Richardo E.A. Somnaikubun, S.E, menegaskan bahwa partisipasi masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia menyampaikan bahwa berbagai upaya sosialisasi telah dilakukan dengan melibatkan kampus, tokoh adat, pemerintah desa, hingga elemen masyarakat lainnya.
“Begitu banyak sosialisasi yang sudah kita lakukan, melibatkan pihak kampus, tokoh adat, pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. Itu semua bagian dari upaya membangun kesadaran bersama dalam pengawasan pemilu,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan. Di beberapa desa, laporan dugaan pelanggaran cukup banyak disampaikan, bahkan pada hari tertentu laporan masuk sejak pukul 08.00 pagi hingga 12.00 malam. Sayangnya, banyak laporan yang belum dilengkapi bukti yang memadai sehingga menyulitkan proses tindak lanjut.
Menurutnya, keterbatasan pemahaman masyarakat terkait tata cara pelaporan dan standar pembuktian menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, Bawaslu membuka ruang diskusi dan meminta masukan dari para tamu undangan terkait strategi pengawasan yang lebih efektif dan mudah dipahami masyarakat.
Selain itu, isu intimidasi dan tekanan terhadap penyelenggara di tingkat kecamatan juga menjadi perhatian serius. Dalam situasi tertentu, penyelenggara di lapangan dihadapkan pada kondisi yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan.
“Bersama rakyat awasi pemilu berarti kita semua harus terlibat. Jika penyelenggara berjalan sendiri, apalagi dihadapkan pada intimidasi, tentu ini menjadi tantangan besar. Karena itu, kita perlu strategi bersama agar pengawasan lebih kuat, lebih bersih, dan mampu mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berkualitas,” tegasnya.
Melalui kegiatan Ngaburit Pengawasan ini, Bawaslu Maluku Tenggara berharap terbangun sinergi yang lebih solid antara pengawas pemilu, akademisi, penyelenggara, media, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan kualitas demokrasi di Maluku Tenggara semakin membaik Pada Pemilu mendatang. (RB)
