Malraterkini.com.- Kegiatan Dendang Sahur Lintas Iman yang digelar di Ohoi Ohoinangan Atas, Kecamatan Kei Besar, Selasa dini hari (10/03/2026) pukul 02.00 WIT, menjadi momentum memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di Bumi Larvul Ngabal.

Kegiatan tersebut melibatkan Remaja Masjid Al Umrawi Wakatran, Ibu-ibu Majelis Taklim Al Umrawi Wakatran, Majelis Jemaat GPM Ohoinangan serta Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Ranting Ohoinangan.
Suasana penuh kebersamaan dan haru terasa ketika lantunan takbir “Allahu Akbar” menggema di tengah masyarakat Ohoinangan yang menyambut kegiatan tersebut dengan hangat. Kebersamaan lintas iman ini mencerminkan nilai Fangnanan Ain Ni Ain, yakni semangat saling menopang, mengasihi, dan berbagi tanpa memandang perbedaan suku, agama, kedudukan maupun latar belakang.
Bojes Rumluan selaku Koordinator dendang Sahur bersyukur atas dukungan serta keterlibatan para pemuda dari AMGPM dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kebersamaan ini menjadi bukti bahwa persaudaraan dan kasih dapat terus terjaga, terlebih di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.
“Kami sangat bersukacita karena kegiatan ini mendapat dukungan dari teman-teman AMGPM. Semoga suasana kasih dan persaudaraan ini terus terjaga sebagaimana kita menjaga hati di bulan suci ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPM Ohoinangan, Pdt. Ny. Gloria G. Malaihollo, dalam pesan Fangnanan atau nasihatnya menyampaikan bahwa kegiatan kolaborasi lintas iman seperti ini sangat penting dalam membangun sikap saling menghargai di tengah keberagaman.
Ia menekankan bahwa perbedaan suku, agama maupun warna kulit tidak boleh menjadi penghalang bagi generasi muda untuk hidup rukun dan saling menghormati.
“Kegiatan seperti ini membuka ruang yang luas bagi tumbuhnya toleransi dan harmoni kehidupan. Anak-anak muda di Bumi Larvul Ngabal harus menjadi generasi yang berakhlak mulia, bertaqwa, memiliki integritas dan mampu menjadi teladan,” ungkapnya.
Perwakilan keluarga besar Ohoi Ohoinangan, Indra Rusbal Madubun, juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas menjelang Ramadhan, tetapi dapat menjadi contoh bagi generasi muda dalam membangun kehidupan yang toleran.
Hal senada disampaikan Ketua AMGPM Cabang Siloam, Yertan Ingratubun, yang berharap ke depan kegiatan moderasi beragama dapat terus dilakukan secara lebih intens guna memperkuat jalinan silaturahmi antar umat beragama.
Kegiatan Dendang Sahur ini kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu “Toleransi” secara bersama-sama sambil bergandengan tangan sebagai simbol persatuan dan komitmen membangun kasih dalam semangat Ain Ni Ain, serta penampilan tarian Zamra oleh Remaja Masjid Al Umrawi Wakatran.
Kebersamaan lintas iman tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Kei tetap menjaga nilai persaudaraan dan toleransi sebagai fondasi kehidupan bersama di Bumi Larvul Ngabal. (RB)
