Malraterkini.com.- Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus mematangkan persiapan pelaksanaan kegiatan bakti sosial terintegrasi bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Kesiapan Pemkab Malra merampungkan kegiatan tersebut ditandai dengan digelarnya rapat koordinasi yang dilaksanakan di Gedung Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Senin 20 Maret 2026.
Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menekankan bahwa terdapat 16 kegiatan bakti sosial yang akan dilaksanakan dan harus terintegrasi dengan program nasional. Berdasarkan hasil asesmen tim per 19 April 2026, jumlah penerima manfaat tercatat sebanyak 1.017 jiwa.
Namun demikian, perhatian serius diberikan pada beberapa kegiatan utama yang dinilai masih belum mencapai target.
Salah satu fokus utama adalah operasi katarak, yang saat ini baru mencatat 198 peserta. Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, menegaskan bahwa jumlah tersebut harus segera ditingkatkan menjadi minimal 250 peserta. Ia meminta Kepala Dinas Kesehatan, pihak rumah sakit, serta seluruh kepala puskesmas untuk bekerja cepat dan terkoordinasi dalam menambah jumlah pasien.
Penegasan ini disampaikan menyusul arahan langsung dari Wakil Menteri Sosial agar pelaksanaan kegiatan tidak mengecewakan, mengingat keterlibatan tenaga medis profesional yang telah dipersiapkan.
“Kita tidak boleh rugi karena peserta kurang. Ini tanggung jawab bersama. Semua kepala puskesmas wajib menambah minimal empat pasien di luar data yang sudah ada,” tegasnya.
Selain itu, kegiatan sunatan massal juga menjadi perhatian. Dari target awal, baru tercatat 33 anak, sementara target yang ditetapkan mencapai 50 peserta. Para camat diminta mengambil peran aktif dengan menargetkan minimal lima peserta dari masing-masing wilayah.
Tak hanya itu, program isbat nikah juga terus didorong. Saat ini telah terdata 104 pasangan, namun pemerintah daerah masih membuka peluang penambahan peserta melalui koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Pengadilan Agama.
Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, melibatkan Dinas Sosial, Bappeda, tenaga ahli, hingga seluruh jajaran kecamatan dan puskesmas, guna memastikan seluruh target dapat tercapai tepat waktu.
Dengan waktu persiapan yang terbatas, seluruh pihak diminta bergerak cepat dan memastikan setiap kegiatan berjalan optimal demi menyukseskan kunjungan kerja Menteri Sosial Republik Indonesia di Kabupaten Maluku Tenggara.(RB)
