Malraterkini.com.- Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menghadiri prosesi penurunan kubah sekaligus pembongkaran simbolis Masjid Al-Mujiba di Ohoi Selayar, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu (8/8/2026).

Kehadiran Bupati Thaher Hanubun turut didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Rasyid, Anggota DPRD Maluku Tenggara Adolof Markus Teniwut, Ketua MUI Kabupaten Maluku Tenggara M. Zein Matdoan, Ketua FKUB Hi. Arifin Difinubun, Kepala Badan Kesbangpol Muhammad Tukloy, Plt. Kepala Dinas Perikanan Ruslan Ingratubun, serta Camat Manyeuw Ambrosius Letsoin.
Turut hadir Kepala Ohoi Orang Kai Namar Antonius Sirwutubum, Penjabat Kepala Ohoi Selayar Hi. Thalib Renhoran, tokoh agama, serta masyarakat Ohoi Selayar dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Thaher Hanubun mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersatu dan bergotong royong dalam pembangunan kembali Masjid Al-Mujiba.
Menurutnya, setiap upaya untuk melakukan kebaikan tentu memiliki tantangan. Karena itu, pembangunan rumah ibadah harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat.
“Setiap kali kita mengerjakan sesuatu kebaikan, pasti cobaannya datang. Karena masjid kita bangun berarti itu kebaikan untuk umat. Kebaikan itu tidak berjalan lurus-lurus, pasti ada cobaan,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan bahwa pembangunan masjid bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga merupakan bagian dari upaya masyarakat dalam menjalankan perintah agama dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Kita membuat masjid itu untuk jalan menuju surga. Untuk itu, dengan segala kerelaan hati saya datang kepada hati-hati yang masih keras, lunakkan hati di jalan Allah,” katanya.
Di hadapan masyarakat, Bupati kemudian meminta komitmen bersama untuk membangun kembali Masjid Al-Mujiba yang telah menjadi bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat Ohoi Selayar.
“Apakah kita mampu membangun yang baru?” tanya Bupati.
“Mampu!” jawab masyarakat secara serentak.
Bupati kembali menegaskan pentingnya persatuan masyarakat dalam proses pembangunan rumah ibadah.
“Kita boleh berbeda, tetapi membangun masjid dan gereja kita harus menyatu menjadi satu. Tidak bisa kita bercerai-berai lalu membangun, itu tidak akan mungkin,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama menjalankan tugas sebagai kepala daerah terdapat sikap yang dianggap keras, khususnya dalam mendorong pembangunan rumah ibadah.
“Saya sebagai Bupati, sebagai orang tua, mohon maaf kalau sedikit saya memaksakan kehendak. Pribadi saya selaku orang tua dan sebagai orang yang punya anak cucu di kampung ini, saya mohon maaf kalau saya agak sedikit keras untuk hal-hal yang berhubungan dengan masjid dan gereja,” ungkapnya.
Pemkab Siapkan Tambahan Anggaran Rp500 Juta
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Thaher Hanubun menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran dasar pembangunan Masjid Al-Mujiba sebesar Rp500 juta.

Ia juga menyatakan akan menambahkan dukungan anggaran sebesar Rp500 juta untuk pembangunan masjid tersebut.
“Beberapa waktu yang lalu sudah saya dilaporkan, ada dana anggaran dasar, ada Rp500 juta. Hari ini juga tangan saya akan tanda tangan Rp500 juta tambah lagi,” kata Bupati.
Dengan dukungan tersebut, Bupati meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kelanjutan pembangunan masjid. Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan sesuai kemampuan anggaran hingga pembangunan dapat diselesaikan.
Ia bahkan mencontohkan pembangunan masjid di Dian Pulau yang melibatkan tenaga kerja dari masyarakat setempat sehingga dapat membantu menekan biaya pembangunan.
“Yang penting masyarakat harus bersatu. Berbeda dalam hal yang lain, tetapi membangun masjid dan gereja kita harus bersatu,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa perbedaan politik maupun perbedaan dalam kehidupan sosial tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bergotong royong membangun rumah ibadah.
“Berbeda dalam politik, berbeda dalam hal yang lain, karena ini jalan menuju Allah,” katanya.
Prosesi penurunan kubah Masjid Al-Mujiba diawali dengan pembacaan salawat bersama. Setelah itu dilakukan pembongkaran tiang masjid secara simbolis oleh Bupati Maluku Tenggara bersama sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat yang hadir.
Selanjutnya, bangunan Masjid Al-Mujiba Ohoi Selayar akan dibongkar menggunakan alat berat untuk kemudian dibangun kembali dengan bangunan masjid yang baru.
Pembangunan kembali masjid tersebut diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong, persatuan, serta kebersamaan masyarakat Ohoi Selayar dan sekitarnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, pembangunan Masjid Al-Mujiba diharapkan dapat berjalan lancar hingga selesai dan nantinya dapat kembali digunakan sebagai tempat ibadah serta pusat kegiatan keagamaan masyarakat.(RB)
