Malraterkini.com.- Jeritan warga Kabupaten Maluku Tenggara tentang sulitnya memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM). Kondisi ini menarik perhatian pimpinan DPRD Kabupaten Maluku Tenggara bersikap.
Selasa, 11 Agustus 2026 digelar pertemuan antara pimpinan DPRD Kabupaten Maluku Tenggara dngan Perwakilan PT. Pertamina Maluku.

Ketua DPRD Stepanus Layanan menerima kunjungan Perwakilan Pertamina Maluku Tenggara dan Kota Tual dalam rangka membahas persoalan kelangkaan BBM didaerah serta menyiapkan sejumlah solusi yang akan dibahas bersama Pemerintah Daerah.
Setelah melaksanakan pertemuan, kepada awak media, Stepanus menuturkan pihak perwakilan pertamina menyatakan stok BBM khususnya untuk Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara tersedia bahkan 10 hari kedepan.
Terkait antrean panjang kendaraan bermotor sepanjang hari di seputaran lokasi SPBU, dibantah karena kekurangan stok BBM di SPBU. Pertamina menegaskan antrian dimaksud karena para pemilik kendaraan yang memilih untuk mengantri.
“Dari perwakilan Pertamina dikatakan juga telah melakukan kunjungan dan pengawasan di SPBU, dan dikatakan tidak ada persoalan oleh pihak pengelola SPBU itu sendiri. Tapi nantinya kita juga akan lakukan pengecekan,”tuturnya.
Orang nomor satu di DPRD Kabupaten Maluku Tenggara itu juga mengatakan akan melakukan komunikasi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malra untuk dibuatkannya Surat Edaran mengenai kendaraan yang ingin melakukan pengisian BBM harus memiliki STNK dan Barcode Pertamina.
Ia juga menegaskan agar kendaraan yang telah mati pajaknya untuk mengurus administrasi Perpanjangan Pajak. Hal ini dikatakan untuk membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Migas.
“Dikatakan kendaran yang pajaknya sudah mati itu tidak masuk kedalam hitungan pendapatan asli daerah. Jadi kita himbau kepada masyarakat untuk mengurusnya dulu,”saran Politisi PDI Perjuangan itu.
Komunikasi juga akan dilakukan bersama Bupati Maluku Tengara melalui Dinas Terkait untuk melakukan perbaikan khususnya penertiban.
“Kalau langkah-langkah ini juga belum menyelesaikan masalah yang ada, baru kita lakukan lagi pembahasan dengan Pertamina. Berarti ada masalah di distribusi dan ini harus diselesaikan oleh mereka,”tandanya seraya menutup pembicaraan bersama awak media. (SAT)
