Malraterkini.com.- Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, mengajak seluruh masyarakat Banda Ely untuk menjadikan Masjid Al-Mukarramah bukan sekadar tempat melaksanakan ibadah salat, tetapi juga sebagai pusat pembinaan akhlak, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Thaher Hanubun dalam sambutannya pada acara peresmian Masjid Al-Mukarramah di Banda Ely, Sabtu (7/11/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa membangun sebuah kebaikan bukanlah pekerjaan yang mudah. Selalu ada tantangan dan perbedaan pendapat yang harus dihadapi. Namun, dengan persatuan, kebersamaan, dan tekad yang kuat, setiap tantangan dapat diselesaikan.
Ia mengungkapkan, pembangunan Masjid Al-Mukarramah merupakan perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Pada 4 November 2019, dirinya bersama sejumlah tokoh masyarakat menghadiri prosesi peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut.
Setelah melalui proses panjang selama kurang lebih tujuh tahun, tepatnya 2.560 hari, Masjid Al-Mukarramah akhirnya rampung dan diresmikan pada 7 November 2026.
Menurut Bupati Thaher, keberhasilan pembangunan masjid tersebut menjadi bukti bahwa persatuan antara masyarakat, pemerintah, dan unsur adat merupakan kekuatan penting dalam mewujudkan sebuah tujuan bersama.
Ia juga mengingatkan filosofi tiga unsur yang menjadi pegangan dalam kehidupan masyarakat Banda Ely, yakni adat, pemerintah, dan agama.
“Kalau kita bersatu, semua bisa diselesaikan. Jangan sampai ada perbedaan yang membuat kita terpecah. Kita harus memiliki satu tekad untuk membangun sesuatu demi kepentingan bersama,” ungkapnya.

Bupati Thaher turut mengenang momen peletakan batu pertama pembangunan masjid yang menurutnya memiliki nilai sejarah dan emosional tersendiri. Ia mengaku terharu hingga meneteskan air mata ketika meletakkan batu pertama, karena saat itu muncul pertanyaan besar apakah masyarakat mampu menyelesaikan pembangunan masjid tersebut.
Namun, dengan kerja keras, pengorbanan, dan dukungan seluruh elemen masyarakat, keraguan itu akhirnya terjawab melalui berdirinya Masjid Al-Mukarramah yang kini dapat dimanfaatkan oleh umat Islam di Banda Ely.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia pembangunan, para tokoh masyarakat, para penyumbang, pekerja, serta semua pihak yang telah memberikan kontribusi, termasuk mereka yang telah berpulang ke hadirat Allah SWT.
Lebih lanjut, Thaher menegaskan bahwa setelah pembangunan dan peresmian masjid, tanggung jawab masyarakat tidak berhenti sampai di situ. Justru tugas berikutnya adalah memakmurkan masjid melalui kegiatan ibadah dan aktivitas keagamaan yang memberikan dampak positif bagi kehidupan umat.
Ia mengajak seluruh jamaah agar setiap kumandang azan menjadi panggilan untuk datang ke masjid, melaksanakan salat berjamaah, serta memperkuat hubungan persaudaraan.
“Memakmurkan masjid ini dengan ibadah yang membentuk akhlak. Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Jadikan masjid sebagai tempat mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan kepedulian antarsesama,” pesannya.
Bupati juga berharap semangat kebersamaan dalam pembangunan Masjid Al-Mukarramah dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain, termasuk harapan agar suatu saat pembangunan rumah ibadah dengan semangat yang sama dapat terwujud di Elat.
Peresmian Masjid Al-Mukarramah Banda Ely ini menjadi momentum penting bagi masyarakat, bukan hanya sebagai penanda selesainya pembangunan fisik rumah ibadah, tetapi juga sebagai awal untuk menghidupkan nilai-nilai keagamaan, persatuan, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.(RB)
