Malraterkini.com.- Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun. menyampaikan harapanya terkait kehadiran bangunan baru gereja milik Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Weduar Fer, akan membawa perubahan bagi kehidupan jemaat.
Menurutnya, keindahan bangunan gereja tersebut harus sejalan dengan keindahan perilaku dan kehidupan jemaat sehari-hari.
“Keindahan gereja ini akan semakin bermakna ketika kasih yang diajarkan di dalamnya terasa dalam kehidupan di luar pintunya,” ujar Bupati Thaher Hanubun saat peresmian gedung Gereja Anugerah Jemaat GPM Weduar Fer, Minggu (8/11/2026).

Karena itu, Bupati mengajak seluruh jemaat agar menjadikan Gereja Anugerah sebagai tempat bertumbuhnya pelayanan nyata, dengan saling mengunjungi mereka yang sakit, mendampingi mereka yang sedang menghadapi pergumulan, membantu masyarakat yang berkekurangan, serta merangkul sesama yang merasa ditinggalkan.
Peresmian rumah ibadah tersebut menjadi momentum penuh makna bagi seluruh jemaat. Gereja yang dibangun melalui doa, pengorbanan, tenaga, dan ketulusan umat itu diharapkan tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga pusat pertumbuhan iman, pelayanan, kasih, dan persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat.
Dalam sambutannya di hadapan pimpinan gereja, pendeta, Majelis Jemaat, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah ohoi, serta seluruh jemaat, Bupati Thaher Hanubun menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam pembangunan Gereja Anugerah.
Menurutnya, setiap bentuk pengorbanan dan dukungan jemaat memiliki nilai yang sangat berarti, karena semuanya dipersatukan oleh iman dan harapan yang sama.
“Ada yang memberi dari omongan, ada pula yang memberi di keterbatasan. Semuanya berharga karena dipersatukan oleh iman dan harapan yang sama,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan, nama Gereja Anugerah memiliki makna mendalam bahwa kehidupan merupakan pemberian Tuhan yang patut disyukuri dengan menghadirkan kebaikan bagi sesama.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan bahwa kebahagiaan Jemaat GPM Weduar Fer merupakan kebahagiaan seluruh masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara.
Ia menyampaikan bahwa dirinya hadir bukan hanya sebagai pemimpin bagi kelompok tertentu, melainkan sebagai Bupati untuk seluruh masyarakat Maluku Tenggara.
“Saya hadir sebagai Bupati untuk seluruh masyarakat Maluku Tenggara,” kata Bupati yang merupakan tokoh Rekonsiliasi Konflik Maluku 1999 itu.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh jemaat untuk terus menjaga dan menghidupkan nilai luhur persaudaraan masyarakat Kei, yakni Ain Ni Ain, yang mengandung makna bahwa kita semua adalah satu keluarga dan saling memiliki.
Menurutnya, perbedaan pilihan maupun pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk merusak hubungan kekeluargaan dan persaudaraan yang telah diwariskan para leluhur.
“Jangan biarkan perbedaan pilihan memutus hubungan keluarga. Jangan biarkan kabar yang belum jelas merusak kepercayaan antar tetangga. Kedamaian yang kita warisi harus kita pelihara dan teruskan kepada anak cucu,” pesannya.
Selain berbicara tentang iman dan persaudaraan, Bupati juga meminta dukungan gereja dalam membangun masyarakat yang cerdas, mandiri, dan berkeadilan.
Bupati dua periode itu mengajak seluruh elemen gereja untuk bersama-sama menjaga masa depan generasi muda, memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan, serta membimbing mereka agar menjauhi tindakan kekerasan dan kebiasaan mengonsumsi minuman keras.
Bupati Thaher juga mendorong tumbuhnya semangat bekerja, kemandirian, kepedulian sosial, dan budaya saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap Gereja Anugerah Jemaat GPM Weduar Fer benar-benar menjadi rumah bagi setiap orang untuk menemukan penguatan iman dan pengharapan.
“Semoga Gereja Anugerah menjadi tempat orang datang membawa pergumulan, lalu pulang membawa pengharapan dan kekuatan untuk berbuat baik,” tutupnya.(RB)
