Malraterkini.com.- Mediasi penyelesaian pemasangan sasi ‘hawear’ di SD Negeri Letman Desa Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara, berakhir dengan pencabutan sasi oleh para tetua adat setempat.
Prosesi adat pencabutan sasi dihadiri pula oleh Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malra Bin Raudah Arif Hanubun, Camat Kei Kecil Yosep A. Dumatubun didampingi Peniabat Kepala Ohoi Letman Paulinus Ongirwalu dan perangkat Ohoi Letman.

Dalam pertemuan di kantor Ohoi Letman, beberapa pihak pemasangan sasi menyampaikan kronologi dan alasan pemasangan sasi di SD Negeri Letman.
Salah satu tokoh masyarakat Rusyadi Tukloy menyampaikan secara gamblang kronologi persoalan pemasangan sasi lantaran beberapa sikap dan kebijakan yang dilakukan oleh Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri Letman Susana Ubro semenjak memimpin sekolah tersebut.
Rusyadi mengatakan persoalan lainnya juga lantaran adanya manuver-manuver jabatan didalam sekolah yang dilakukan oleh Plt. Kepsek.
“Adapun tindakan yang tidak bisa ditoleri adalah dugaan Plt. Kepsek yang membangun kubu-kubu didalam sekolah antara guru, ” sesalnya saat memberikan pendapatnya dalam pertemuan tersebut.
Ia juga menyayangkan dinamika sekolah seharusnya tidak melibatkan pihak luar yakni sejumlah wartawan mempublikasikan kondisi disekolah.
Senada Rusyadi, perwakilan pemasangan sasi Ayub Tukloy juga menyampaikan pendapatnya setelah menyerahkan tuntutan masyarakat kepada Pelaksana Tugas Kadis Pendidikan Malra.
“Saya mau menegaskan selama berada di Ohoi Letman tidak pernah menemukan tindakan-tindakan yang dilakukan Plt. Kepsek saat ini.Namun, kami menegaskan dan berkomitmen dengan hadirnya pemerintah daerah saat ini sehingga sasi yang telah dipasang akan dicabut dan disaksikan oleh semua pihak, “ketusnya.
Menyikapi tuntutan warga, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malra Bin Raudah Arif Hanubun menjelaskan telah memanggil Plt. Kepsek untuk meminta klarifikasi dan pendampingan.
“Jadi sebelumnya saya sudah panggil plt. Kepsek untuk meminta keterangan, lalu sebenarnya saya bersama staff sudah merencanakan untuk hari ini datang langsung ke ohoi Letman melihat SD secara langsung dan bertemu pihak masyarakat dan perangkat ohoi,”terang Raudah.
Menurutnya, pemasangan sasi juga bagian dari harapan dan upaya masyarakat sehingga pada momen ini dapat menghadirkan semua pemangku kepentingan seperti kehadirannya, Camat, dan bahkan Pimpinan dan Anggota DPRD Maluku Tenggara.
Terhadap 3 poin tuntutan yang disampaikan masyarakat, Raudah menjelaskan, untuk tuntutan evaluasi sejumlah guru, dirinya akan segera memanggil dan melakukan evaluasi.
Terkait evaluasi terhadap Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri Letman, Raudha mengatakan bukanlah wewenangnya dan tentu akan berkoordinasi bersama Bupati. Sedangkan, berkaitan tuntutan kenaikan pangkat salah satu guru, tuntutan ini turut akan disampaikan kepada Bupati Maluku Tenggara.
Akademisi Universitas Pattimura itu berharap setiap pihak untuk sebelum adanya tindakan pemasangan sasi di sekolah, perlu dilakukan komunikasi dengan baik lebih dulu, karena dengan pemasangan sasi di sekolah akan memberikan dampak besar bagi pendidikan anak.
“Kita harus memikirkan dengan baik agar anak-anak kita di ohoi ini jangan menjadi korban atas tindakan-tindakan kita, karena mereka perlu belajar, sekolah, untuk mendapatkan ilmu. Kita perlu tingkatkan literasi dan numerasi anak-anak kita,”imbaunya.
Setelah melaksanakan pertemuan di Kantor Ohoi, rombongan kemudian beranjak ke lokasi sekolah untuk pencabutan sasi. Sasi dicabut oleh pihak pemasang Ayub Tukloy, disaksikan semua pihak. (SAT/FJ)
