
Bupati Thaher Hanubun Ingin Kota Langgur Sebagai Kebanggaan Warga Maluku Tenggara
Pimpinan Redaksi Malraterkini.com & Tualterkini.com)
Kabupaten Maluku Tenggara adalah daerah yang sebagian besar penduduk memeluk agama Katolik. Hal ini terlihat dengan banyaknya gereja Katolik tersebar di Kota Langgur, pusat Ibukota Kabupaten Maluku Tenggara.
Menarik untuk dikisahkan, Kota Langgur yang berada dalam petuanan Desa Langgur Kecamatan Kei Kecil atau masuk wilayah Ratschap Yab Faan (Raja Faan) memiliki historis perjalanan iman Katolik yang tumbuh dan menyebar di seantero Kepualauan Kei hingga daerah tetangga Pulau-Pulau Aru.
Buktinya, sejarah iman Katolik berada di Kota Langgur dengan dibangunnya Taman Ziarah Makam Johanes Aerts dan kawan-kawan. Lokasi seluas satu hektar itu merupakan saksi bisu penembakan Mgr. Johanes Aerts, para pastor san suster misionaris yang ditembak mati saat Pendudukan Jepang di Kepulauan Kei Sekira 30 Juli tahun 1942.
Kematian Mgr. Johanes Aerts dan kawan-kawan yang merupakan misionaris, rela tidak meninggalkan umat sewaktu itu demi penyebaran agama Katolik di Kepulauan Kei. Mereka relakan nyawa bagi tumbuhnya iman Kekatolikan.  Kota Langgur dengan banyak kisah patriotik iman Katolik menjadikan Kota Langgur dijuluki sebagai Kota Para Martir Kei.
Sayangnya, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Kota Langgur sebagai Kota Para Martir terusik dengan serangkaian aksi tawuran antar kompleks, antar pemuda, dan antar remaja usia SMP dan SMA.
Dibawah Kepemimpinan Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun mendoronh pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bersama TNI/Polri seluruh stakeholders agar terus menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Alhasilnya, kondisi Kamtibmas yang mulai kondusif terlihat jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H dan pasca perayaan hari raya umat Islam tersebut. Hal ini mendapatkan apresiasi Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun.
“Pertama-tama, saya ucapkan Selamat Merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah bagi seluruh masyarakat yang mendiami Kota Langgur dan secara umum seluruh masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara yang merayakan.Semoga di hari yang fitri ini membawa kedamaian dan memperkuat silaturahmi antar orang basudara di Bumi Larvul Ngabal, Kabupaten Maluku Tenggara yang kita cintai,” ungkap Bupati Thaher saat bincang-bincang bersama wartawan di sela-sela acara Open House di kediaman pribadi di Desa Danar, Minggu (22/3/2026).
Dalam berbagai kesempatan,Bupati Thaher menegaskan terus menyerukan kepada masyarakat Desa Langgur dan masyarakat yang mendiami Kota Langgur, bahwa Kota Langgur adalah pintu masuk dan wajah terdepan Kabupaten Maluku Tenggara. Olehnya itu, keindahan, kenyamanan dan keamanan Kota Langgur adalah kewajiban bersama untuk mewujudkan.
“Ketika orang luar (pengunjung/wisatawan) tiba di Kabupaten Maluku Tenggara,lokasi yang pertama kali dikunjungi atau dilalui adalah Kota Langgur. Mereka tidak langsung Ke Danar, tidak langsung ke Kota Tual, tidak langsung ke Kei Besar. Wajah Kota Langgur akan terlihat pertama kali,” ujarnya.
Menurut Orang nomor satu di Kabupaten Maluku Tenggara itu menegaskan cinta dan ketulusan menjaga Kota Langgur. Sebab itu, perlu kesadaran setiap warga, khususnya yang datang dari ohoi ke kota Langgur, wajib mencintai Langgur dengan hati nurani dan menjaga keamanan di Kota dengan julukan kota para Martir Kei tersebut.
“Keamanan adalah Fondasi utama kita membangun Maluku Tenggara. Keamanan dianggap sebagai fondasi utama untuk pembangunan, kemajuan ekonomi, dan investasi di Kota Langgur. Masyarakat diminta berperan aktif dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat,” ajak Bupati.
Bupati Thaher menambahkan, ketika terjadi konflik semua pihak terlibat aktif menyelesaikan terutama penyelesaian berbasis kearifan lokal. Para tokoh adat, para rat dan orangkay/ohoi soa saling mendukung menyelesaikan konflik ataupun permasalahan dengan menggunakan pendekatan budaya dan adat istiadat masyarakat Kei.
Impian Mempercantik Wajah Kota Langgur
Bupati Thaher memiliki impian besar untuk menjadi Kota Langgur, sebagai ikon dan kebanggan masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara. Salah satu impian yang telah diwujudkan adalah kehadiran taman Landmark Kota Langgur yang kini menjadi pusat aktivitas keramaian publik dan ikon Kota Langgur.
Tak sebatas itu, Bupati Thaher yang merupakan Mantan Anggota DPRD Provinsi Maluku itu pun masih memiliki impian yang ingin diwujudkan yaitu memberdayakan potensi generasi muda Kabupaten Maluku Tenggara.
“Saya sudah instrusikan nantinya taman landmark kita pasang pagar dan percantik lagi. Dibangun cafe dan kuliner di sekitar landmark. Selanjutnya, adapula taman Tabob di Perumnas, Taman Vatwahan di pintu masuk Desa Fair,dan Taman watdek. Semuanya akan kita hidup kembali aktfiitas, misalnya ada live music,teater dan dibuat pusat kuliner sehingga anak muda kita didorong melakukan hal-hal positif ketimbang ikut tawuran dan tindakan kriminal lain,”ujarnya.
Bahkan,Bupati Thaher mengaku telah menyediakan alat music yang akan digunakan untuk kalangan anak muda di lokasi taman.
“Saya sudah beli peralatan musik yang lengkap. Tinggal kita dorong, anak-anak kita untuk menampilkan kreaktifitas dan mendorong kegiatan yang produktif dan positif,” tutupnya. (***)
