Malraterkini.com.- Camat Kei Kecil, Joseph A. Dumatubun, memaparkan secara komprehensif kondisi wilayah serta sejumlah tantangan dan potensi pembangunan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 tingkat Kecamatan Kei Kecil yang digelar di Balai Ohoi Langgur, Senin 2 Maret 2026.
Dalam laporannya, Camat menyampaikan bahwa Kecamatan Kei Kecil merupakan salah satu kecamatan tertua di Kabupaten Maluku Tenggara dengan ibu kota di Langgur. Luas wilayahnya kurang lebih 114,56 km² atau sekitar 11,31 persen dari total luas kabupaten, terdiri dari 48 ohoi dan 1 kelurahan.

Menurutnya, dari sisi perkembangan desa, sebagian ohoi telah menunjukkan kemajuan dengan masuk dalam kategori desa mandiri. Namun demikian, masih terdapat sejumlah persoalan strategis yang membutuhkan perhatian bersama, khususnya dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem.
Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa jumlah kepala keluarga miskin ekstrem di Kecamatan Kei Kecil masih sebanyak 884 KK atau sekitar 10,08 persen, dengan total 3.295 jiwa. Selain itu, prevalensi stunting tercatat sekitar 11,68 persen, dengan lebih dari 200 balita mengalami stunting dari total 1.764 balita yang ada.
“Persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem menjadi fokus utama kami. Walaupun dari sisi persentase mengalami perbaikan, namun secara jumlah kasus masih cukup tinggi dan membutuhkan intervensi lintas sektor,” ungkap Camat.
Di sektor perumahan, masih terdapat ratusan rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di beberapa ohoi. Kecamatan Kei Kecil bahkan berkontribusi cukup besar terhadap total RTLH di tingkat kabupaten, sehingga program perbaikan rumah menjadi salah satu usulan prioritas dalam Musrenbang kali ini.
Meski demikian, Camat juga menekankan bahwa Kei Kecil memiliki berbagai potensi yang dapat terus dikembangkan. Sebagai pusat pelayanan ekonomi dan jasa, wilayah ini memiliki aktivitas usaha mikro dan koperasi yang cukup tinggi. Di sektor pertanian, komoditas unggulan seperti jagung dan ubi kayu menjadi penyumbang produksi tanaman pangan yang signifikan.
Dari sisi infrastruktur, keberadaan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas turut menunjang pelayanan dasar masyarakat. Selain itu, persoalan ketersediaan air bersih yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, secara bertahap mulai teratasi dengan adanya tambahan kapasitas distribusi air.
Mengakhiri laporannya, Camat Kei Kecil menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara atas perhatian dan dukungan terhadap berbagai kebutuhan pembangunan di wilayahnya.
Ia berharap seluruh usulan prioritas dari Kecamatan Kei Kecil dapat diakomodasi dalam RKPD 2027 demi terwujudnya pembangunan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan. (RB)
