Malraterkini.com.- Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Dinas Pendidikan terus memperkuat pembangunan sektor pendidikan dengan fokus pada pemerataan pelayanan dasar pendidikan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudah Arif Hanoeboen, dalam Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bidang Pendidikan yang berlangsung di Ball Room Hotel Syafira, Langgur, Selasa 10 Maret 2026.

Dalam Pemaparan materi, Hanoeboen menegaskan bahwa forum OPD bidang pendidikan merupakan wadah strategis untuk menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan program pendidikan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
“Kegiatan ini bertujuan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta perencanaan pembangunan daerah yang partisipatif, akuntabel, dan transparan, khususnya di sektor pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, perencanaan pembangunan pendidikan harus melibatkan seluruh unsur dalam ekosistem pendidikan, mulai dari kepala sekolah, pengawas, dewan pendidikan, hingga masyarakat.
Menurutnya, berbagai tantangan yang ada di sektor pendidikan harus dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Maluku Tenggara.
Salah satu langkah yang tengah dilakukan Dinas Pendidikan adalah menyiapkan skema distribusi guru secara merata sesuai dengan Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025. Kebijakan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga pendidik di berbagai sekolah.
“Kami sedang menyiapkan skema distribusi guru agar penempatan tenaga pendidik lebih merata sesuai kebutuhan sekolah,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa regulasi tersebut memungkinkan guru berstatus PNS ditempatkan di sekolah swasta, sehingga dapat membantu mengatasi keterbatasan tenaga pendidik di sekolah non-negeri.
Selain pemerataan tenaga pendidik, Dinas Pendidikan Maluku Tenggara juga memprioritaskan peningkatan mutu pendidikan, termasuk penguatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum, serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan secara bertahap.
Untuk tahun 2027, pemerintah daerah akan memprioritaskan program pengembangan pelayanan dasar pendidikan yang merata serta penguatan SDM yang kuat dan berkualitas.
Program tersebut mencakup peningkatan akses pendidikan, pembinaan dan pendampingan mutu SD dan SMP, pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal, serta peningkatan partisipasi anak usia sekolah.
Selain itu, penguatan pendidikan karakter juga menjadi perhatian melalui implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dicanangkan pemerintah pusat.
Melalui forum OPD ini, Hanoeboen berharap seluruh pemangku kepentingan pendidikan dapat bersinergi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Maluku Tenggara.
“Kita ingin memastikan pembangunan pendidikan berjalan lebih baik, sehingga mampu mencetak generasi Maluku Tenggara yang cerdas, berkarakter, dan berkualitas,” pungkasnya. (RB)
