Malraterkini.com.- Nama Kabupaten Maluku Tenggara kembali bergema di panggung nasional. Kali ini, sebuah penghargaan prestisius diberikan kepada Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun dalam ajang Golden Leader Award 2026. Pemberian penghargaan berlangsung pada aara puncak peringatan HUT ke-6 JMSI yang berlangsung di Hotel Horison Optima Ratu Kota Serang, Provinsi Banten, Minggu 8 Februari 2026.

JMSI Award adalah ajang penghargaan bergengsi yang diselenggarakan oleh Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) untuk memberikan apresiasi kepada tokoh nasional, kepala daerah, dan pihak-pihak yang berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, pengembangan UMKM, serta mendukung ekosistem pers yang sehat.
Penghargaan ini disematkan kepada Bupati Thaher dalam kategori Pelopor Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pembangunan, Pariwisata, Budaya, dan UMKM. Pengakuan ini bukan sekadar simbol, melainkan penegasan atas kerja panjang dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam membangun daerah berbasis kolaborasi, inklusivitas, dan kearifan lokal.
Kepemimpinan Kolaboratif yang Menembus Batas Daerah
JMSI menilai Bupati dengan jargon MTH itu berhasil menghadirkan model kepemimpinan daerah yang mampu merajut kerja sama lintas sektor pemerintah, swasta, komunitas, media, hingga pelaku UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya.
Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan wilayah kepulauan, Maluku Tenggara justru tampil sebagai contoh bagaimana pariwisata berbasis budaya, penguatan UMKM lokal, serta tata kelola pemerintahan yang terbuka dapat berjalan beriringan.
“Penghargaan ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus bekerja lebih keras dan lebih baik bagi masyarakat Maluku Tenggara,”ungkap Bupati Thaher Hanubun usai menerima penghargaan.
Bupati Maluku Tenggara dua periode itu menegaskan, capaian tersebut bukan hasil kerja pribadi, melainkan buah dari kolaborasi seluruh elemen daerah.
“Terima kasih kepada JMSI. Apresiasi ini kami dedikasikan untuk seluruh masyarakat Maluku Tenggara yang terus mendukung pembangunan daerah,” tambahnya.
Sementara itu Ketua Umum Pengurus Pusat JMSI, Teguh Santosa, menegaskan bahwa Golden Leader Award 2026 lahir melalui proses kurasi yang ketat dan objektif.
“Banyak usulan dari daerah. Kami melakukan seleksi dan pendalaman untuk memastikan penghargaan ini benar-benar diberikan kepada figur yang layak dan inspiratif,” kata Teguh.
Ia menekankan, Golden Leader Award bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pesan moral dan politik kebangsaan untuk mendorong lahirnya pemimpin daerah yang berintegritas, transparan, dan responsif terhadap aspirasi publik.
Menurut Teguh, di tengah krisis kepercayaan publik dan tantangan multidimensi bangsa, JMSI ingin menunjukkan bahwa praktik kepemimpinan yang baik masih tumbuh di daerah-daerah. Melalui penghargaan ini, JMSI mendorong kepala daerah agar terbuka terhadap kritik media, menghormati kebebasan pers, serta menjadikan informasi publik sebagai instrumen pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Selain Bupati Maluku Tenggara, Golden Leader JMSI Award 2026 juga diberikan kepada sejumlah kepala daerah dan tokoh nasional lainnya, termasuk Wali Kota Makassar, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta beberapa kementerian.
Dengan raihan ini, Maluku Tenggara kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang diperhitungkan secara nasional, sekaligus membuktikan bahwa kepemimpinan daerah yang kolaboratif mampu menghadirkan perubahan nyata. (RB)
