Malraterkini.com.- Kepolisian Resor (Polres) Maluku Tenggara menegaskan komitmennya untuk fokus pada penegakan hukum pasca terjadinya bentrokan yang mengakibatkan korban jiwa.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, S.Pt., S.I.K., saat diwawancarai awak media di Kantor DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Selasa 31 Maret 2026.

Kapolres Rian menjelaskan bahwa situasi keamanan di wilayah Maluku Tenggara saat ini mulai kondusif, di mana masyarakat sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Meski demikian, pihak kepolisian tetap serius menangani kasus tersebut melalui proses hukum yang sedang berjalan.
“Situasi sudah kembali normal, masyarakat sudah beraktivitas seperti biasa. Namun kami tetap fokus pada penegakan hukum,” ujarnya di Gedung DPRD Malra, Senin (31/3) 2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam bentrokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
“Beberapa orang sudah kami amankan terkait kejadian tersebut, dan proses hukum masih terus berjalan,” katanya.
Kapolres mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban, serta menahan diri agar tidak terprovokasi maupun melakukan tindakan anarkis lanjutan.
“Kami harapkan masyarakat bisa bersama-sama menjaga situasi kamtibmas dan tidak melakukan aksi-aksi yang dapat memperkeruh keadaan,” tegasnya.
Selain itu, menjelang rangkaian ibadah umat Nasrani, pihak kepolisian juga telah menyiapkan pengamanan di sejumlah gereja guna memastikan pelaksanaan ibadah berjalan aman dan lancar.
“Untuk pengamanan kegiatan ibadah di gereja-gereja, kami sudah menyiapkan pos-pos pengamanan. Mudah-mudahan seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan aman,” tambahnya.
Polres Maluku Tenggara berharap dukungan seluruh elemen masyarakat agar situasi keamanan tetap terjaga, terutama dalam momentum hari-hari besar keagamaan yang membutuhkan suasana kondusif. (RB)
