Suasana Sunset di Wisata Pantai Pasir Panjang Desa Ngilngof. (foto; Dinas Pariwisata Kabupaten Malra)
Malraterkini.com.- Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menegaskan bahwa wilayahnya mempunyai posisi sebagai salah satu tujuan destinasi wisata alam unggulan. Penegasan ini seiring meningkatnya perhatian publik terhadap destinasi wisata alam khususnya Indonesia bagian timur.
Melalui siaran pers yang diterima Malraterkini.com dari Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara menyebutkan terdapat beberapa destinasi alam yang bisa dinikmati antara lain kejernihan laut, bentangan pantai berpasir putih, serta gugusan pulau yang masih alami yang menjadikan wilayah ini
semakin ramai diperbincangkan wisatawan nasional maupun mancanegara.
Namun sebelum wisatawan menapakkan kaki di Pantai Ngurbloat (wisata Pantai Pasir Panjang) dan
menyusuri pasir timbul Ngurtafur. Menurut Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun, ada satu kota yang menjadi titik awal setiap perjalanan menuju Kei, yakni Langgur, ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara
Selain keindahan alam, Kota Langgur menghadirkan kekuatan lain yang menjadi ciri khas wilayah Maluku Tenggara yaitu kehidupan sosial masyarakat yang berlandaskan nilai Ain ni Ain atau dimaknai ‘kita semua bersaudara’.
“Nilai ini tercermin dalam keseharian warga mulai dari interaksi di pasar tradisional, aktivitas di bandara, hingga sikap terbuka masyarakat dalam membantu dan menyambut pendatang.Keramahan tersebut bukan sekadar atraksi wisata melainkan bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat Kei yang terus dijaga dan diwariskan lintas generasi hingga saat ini,” ungkap Bupati Malra, Muhamad Thaher Hanubun melalui rilis yang diterima Malraterkini.com, Kamis (15/1/2026).
Dengan panorama alam yang indah, berwisata di Langgur akan menjadi pengalaman yang tak
terlupakan. Seluruh perjalanan menuju Kepulauan Kei diawali dari Bandara Karel Sadsuitubun (LUV) yang terletak di Desa Ibra, Kecamatan Kei Kecil,Kabupaten Maluku Tenggara.
“Nama bandara ini tercatat di tiket dan itinerary ribuan pelancong setiap tahunnya, menjadikan Langgur sebagai simpul utama transportasi, logistik, dan pelayanan publik di Maluku Tenggara,”tuturnya.
Selain itu, di kota inilah wisatawan pertama kali menyaksikan bentang laut Kei dari jendela pesawat,
menghirup udara laut yang khas, serta merasakan ritme kehidupan kepulauan yang tenang dan
bersahaja.
Wisata Pantai Ngurvat Namsir Beach di Desa Madwaer. (foto:Dinas Pariwisata Kabupaten Malra)
Langgur menjadi pintu awal sebelum berbagai destinasi unggulan Kei ditemukan. Berbeda dari kota persinggahan pada umumnya, Langgur menawarkan pengalaman yang patut dinikmati.
“Dalam jarak tempuh singkat dari pusat kota, wisatawan dapat mengunjungi Goa
Hawang di Desa Letvuan, destinasi alam dengan air sebening kaca yang sarat nilai sejarah dan
legenda lokal atau alan-jalan pesisir di sekitarnya menghadirkan panorama laut biru jernih yang
menjadi pengantar awal keindahan Maluku Tenggara,” bebernya.
Langgur juga menyediakan fondasi perjalanan wisata, ruang untuk beristirahat sebelum
menyeberang ke pulau-pulau lain, pasar rakyat untuk mengenal kehidupan lokal, serta kawasan
pesisir yang menghadirkan ketenangan di awal hari.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malra, Budhi Toffi menegaskan, Pemkab Maluku Tenggara kian confident. Pasalnya, tidak semua kota memiliki peran sebagai gerbang menuju surga wisata alam sementara Langgur memilikinya. Semuanya berjalan bukan dengan gegap gempita melainkan melalui peran nyata sebagai pusat aktivitas dan penyambut pertama bagi setiap pengunjung di Kepulauan Kei.
“Oleh karena itu Pemkab Maluku Tenggara terus mengampanyekan, ini Langggur, awal dari keindahan Indonesia dan Visit Kei untuk mengajak masyarakat nasional dan mancanegara mengenal dan menyebut Langgur sebagai bagian penting dari cerita perjalanan wisata di Kei,”tutup Budhi.
Sesuai hasil rilis diketahui pula, data kunjungan wisatawan ke Kepulauan Kei juga terus menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun 2025 yang didukung daya tarik alam beragam: pantai pasir putih, perairan dangkal sejernih kaca, air terjun, dan titik trekking di pedalaman Kei Besar.
Pola data kunjungan wisatawan puncaknya terjadi saat Juli-Oktober yang bertepatan dengan
musim liburan nasional dan penguatan awarness wisata Kei di berbagai kanal digital.
Kategori wisatawan didominasi wisatawan domestic dan lokal dengan wisatawan mancanegara terus
meningkat pesat di semester kedua khususnya yang mengunjungi pantai maupun pulau-pulau
kecil.
Lebih detailnya, destinasi kunjungan tahunan tertinggi ke Air Terjun Soindrat (18.275
pengunjung), Bukit Indah Bombay (16.275 pengunjung), Air Terjun Bombay (14.250 pengunjung), Pantai Ngursarnadan (13.851 pengunjung), dan Pantai Ngurtavur (10.910 pengunjung). (tim redaksi)
