
Bupati Maluku Tenggara bersama Forkompida Kabupaten Maluku Tenggara menyambangi tiap gerai Produk Lokal di Pantai Ngursanadan Desa Ohoililir. (Foto: Fredi Jamrevav/Malraterkini.com)
Malraterkini.com.- Pameran Ekonomi Kreatif ramaikan Festival Pesona Meti Kei Tahun 2025. Pameran yang menyuguhkan produk kerajinan tangan lokal itu berlangsung di Pantai Ngursanadan Desa Ohoililir Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara.
Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun membuka secara resmi pameran Ekraf turut dihadiri Wakil Bupati Maluku Tenggara, Carlos Viali Rahantoknam didampingi Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Stepanus Layanan.
Aneka produk kerajinan lokal hingga olahan makanan berbahan dasar lokal dipamerkan pada para pengunjung. Gerai yang berisikan produk lokal meramaikan lokasi utama FPMK 2025.
Kesempatan itu, Wakil Bupati Maluku Tenggara Carlos Viali Rahantoknam membaca sambutan tertulis Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun.
Dalam sambutan, Bupati mengatakan masyarakat Kei memiliki banyak hasil karya dan produk lokal yang luar biasa mulai dari kerajinan tangan, kuliner khas, hingga karya seni dan desain yang memiliki nilai jual tinggi.
Olehnya itu, kata Bupati, pameran ekraf pada FPMK 2025 merupakan panggung untuk seluruh pelaku ekonomi kreatif untuk tampil memperkenalkan hasil karyanya dan menunjukan bahwa daerah ini dapat bersaing dengan daerah bahkan ke tingkat nasional.
“Mari seluruh masyarakat, pelaku ekonomi kecil dan menengah untuk lebih kreatif dan memanfaatkan momen ini dengan baik dan menjadi momen untuk belajar berkolaborasi dan memperluas jaringan,”ajak Bupati dalam sambutan tertulis, Rabu (22/10/2025).
Bupati menekankan agar para pelaku ekonomi kreatif jangan ragu untuk menampilkan produk-produk lokal dengan percaya diri. Pasalnya, momentum tersebut sebagai ajang untuk membanggakan hasil produk lokal yang dimiliki.
Pemerintah daerah, sambung Bupati, tidak tinggal diam dan terus melakukan dukungan dalam bentuk pelatihan, promosi serta pendampingan bagi pelaku ekonomi kreatif dengan harapan melalui kegiatan seperti ini semakin banyak masyarakat yang terinspirasi mengembangkan usaha berbasis potensi lokal sehingga roda perekonomian dapat berputar demi kesejahteraan bersama.
“FPMK bukan hanya tentang hiburan, dan pariwisata tetapi juga menjadi momen membudayakan identitas masyarakat Kei,”tekannya.
Dirinya mengatakan dibalik setiap produk ada cerita, ada budaya, dan nilai gotong royong yang menjadi simbol ciri khas masyarakat Kei.
“Mari kita tunjukan pada dunia bahwa Maluku Tenggara bukan hanya indah dari budayanya tetapi juga kaya dari sisi kreatifitas dan inovasi warganya,”pesannya.
Pantauan Malraterkini.com, pada pameran ekraf FPMK 2025 setiap gerai ekraf menyuguhkan produk kerajinan tangan seperti anyaman saloi (keranjang anyaman), tas tangan ibu-ibu berbahan dasar kulit kelapa, nyiur, gantungan tas dan kunci yang menggunakan kerang dan kelapa, serta makanan yang berbahan dasar enbal yang telah dikemas modern. (JF)
