Tualterkini.com.- Perkembangan arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Kepulauan Kei terpantau berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Bahkan, jumlah penumpang yang melakukan perjalanan mudik tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Ketua Harian Posko Angkutan Lebaran (Angleb) UPP Klas II Tual, Hansyadih Hanubun, saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Senin 16 Maret 2026.

Hansyadih menjelaskan, sejak Posko Angkutan Lebaran mulai beroperasi hingga Minggu (15/3/2026), tercatat total penumpang yang naik atau berangkat dari Pelabuhan Tual sebanyak 3.985 jiwa, sementara jumlah penumpang yang turun mencapai 3.811 jiwa.
“Jika melihat data pembanding antara Lebaran tahun 2025 dan 2026, terjadi kenaikan sekitar 54 persen pada jumlah penumpang,” jelas Hansyadih di ruang kerjanya, Senin (16/3/2026).
Terkait kondisi cuaca, Hansyadih mengatakan berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi gelombang laut di wilayah perairan sekitar Kepulauan Kei masih tergolong aman untuk aktivitas pelayaran.
“Saat ini tinggi gelombang masih berada pada kisaran 0,5 hingga 1,5 meter. Biasanya peringatan atau warning baru dikeluarkan jika gelombang mencapai 2 sampai 4 meter,” ujarnya.
Ia juga memastikan kesiapan armada angkutan laut untuk melayani kebutuhan masyarakat selama masa mudik Lebaran. Saat ini terdapat 14 armada kapal yang disiapkan untuk melayani penumpang.
Armada tersebut terdiri dari 4 kapal milik PT Pelni, 4 kapal PSDKP, 3 kapal ASDP, serta 3 kapal cepat.
Menurutnya, hingga saat ini pihak posko belum menerima laporan ataupun keluhan dari masyarakat terkait pelayanan transportasi laut. Seluruh armada masih beroperasi normal melayani rute ke wilayah timur maupun barat.
“Kami berkaca dari pengalaman sebelumnya yang sempat terjadi overload capacity pada KM Tatamailau dari Timika. Karena itu dua hari lalu kami sudah menggelar rapat dengan rektorat lalu lintas angkutan laut untuk mitigasi agar hal tersebut tidak terulang,” terangnya.
Sebagai tindak lanjut, PT Pelni juga telah menyiapkan tambahan pelayanan kapal yang melayani rute wilayah timur, yakni Timika – Agats – Merauke.
“Informasi yang kami terima, KM Tatamailau menuju ke sana dengan jumlah penumpang yang sudah naik sekitar 300 orang lebih, dan kapal tersebut dijadwalkan kembali pada 20–21 Maret, kemudian pada 7 April akan kembali lagi ke Papua,” katanya.
Hansyadih menambahkan, berdasarkan pengalaman setiap tahun di Pelabuhan Tual, arus penumpang menuju wilayah timur Papua biasanya tidak sebanyak rute ke arah barat.
“Kalau Nataru, biasanya penumpang dari arah timur yang lebih banyak karena mereka bekerja di sana lalu pulang kampung. Tetapi untuk Angleb, arus penumpang ke arah barat seperti menuju Tanjung Priok yang lebih dominan,” pungkasnya. (RB)
