Malraterkini.com.- Sebanyak 20 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial (STIS) Tual resmi menjalankan pengabdian masyarakat di Ohoi Ohoililir, Kamis 6 Maret 2026.
Mahasiswa yang terdiri dari 11 orang Program Studi Ilmu Komunikasi dan 9 orang Program Studi Ilmu Pemerintahan ini sebelumnya dilepas oleh pimpinan STIS Tual dan diterima secara resmi oleh Pemerintah Ohoi Ohoililir di Kantor Desa.

Mengusung tema “Kampus Berbenah, Desa Berdaya: Kolaborasi Mahasiswa untuk Perubahan Berkelanjutan”, program KKN tahun akademik 2025/2026 ini tidak hanya berfokus pada pembenahan administrasi desa, edukasi masyarakat, serta aksi kebersihan lingkungan, tetapi juga diarahkan agar selaras dengan isu-isu strategis pembangunan daerah.
Dalam konteks pembangunan daerah, sektor pertanian menjadi salah satu prioritas dalam RPJMD Kabupaten Maluku Tenggara.
“Hal ini sebagaimana menjadi fokus perhatian Dinas Pertanian Kabupaten Maluku Tenggara dalam mendorong peningkatan produksi, pemberdayaan petani, serta penguatan ketahanan pangan desa, ” ungkap Ketua LPPM STIS Tual Beata Natalia Fautngiljanan melalui rilis yang diterima Malraterkini.com, Jumat (6/3/2026).
Kata Beata, kehadiran mahasiswa KKN di Ohoi Ohoililir diharapkan dapat mendukung agenda tersebut melalui pendataan potensi pertanian desa, edukasi administrasi kelompok tani, serta penguatan komunikasi publik terkait program pertanian.
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan dapat berkontribusi dalam tata kelola administrasi desa dan kelompok tani, sementara mahasiswa Ilmu Komunikasi berperan dalam penyebarluasan informasi program pertanian kepada masyarakat.
Di sisi lain, dinamika penegakan hukum di wilayah Maluku Tenggara juga menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah perkara yang tengah ditangani oleh Kejaksaan Negeri Maluku Tenggara terus dipantau publik, terutama yang berkaitan dengan tata kelola anggaran dan pelayanan publik.
Transparansi dan akuntabilitas menjadi isu penting dalam mendukung pembangunan daerah yang bersih dan berintegritas. Edukasi hukum kepada masyarakat desa pun dinilai relevan untuk mencegah terjadinya pelanggaran administrasi maupun penyalahgunaan kewenangan di tingkat desa.
Penjabat Kepala Ohoi Ohoililir Johanes Letsoin, menyampaikan harapannya agar kehadiran mahasiswa KKN mampu memberikan dampak nyata bagi desa.
“Kami berharap inovasi dari mahasiswa dapat membantu membenahi administrasi desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Dengan masa pengabdian selama dua bulan, mahasiswa KKN STIS Tual tidak hanya dituntut menjalankan program kerja, tetapi juga diharapkan mampu membaca dinamika pembangunan daerah mulai dari sektor pertanian, tata kelola pemerintahan, hingga kesadaran hukum masyarakat.
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan daerah diharapkan menjadi langkah konkret menuju desa yang mandiri, berdaya, dan berkelanjutan. (RB)
