Malraterkini.com.- Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, melakukan kunjungan ke Pasar Langgur, Jumat (27/02/2026), untuk meninjau langsung kondisi aktivitas jual beli, khususnya di lapak pedagang ikan.
Dalam kunjungan tersebut, para pedagang mengeluhkan sistem penempatan yang dinilai belum adil. Mereka menyampaikan bahwa saat ini satu meja ditempati hingga tiga orang pedagang, sehingga ruang gerak menjadi sempit dan kurang nyaman.
“Satu orang satu meja,” ujar salah satu pedagang, berharap adanya penataan ulang agar setiap pedagang mendapatkan tempat yang layak.

Menanggapi keluhan itu, Wakil Bupati meminta agar seluruh meja yang tersedia di dalam pasar dimanfaatkan terlebih dahulu. Jika seluruh lapak di dalam sudah terisi penuh, barulah dilakukan pengaturan tambahan di area luar pasar.
“Nanti sama Kepala Pasar kita hitung dulu. Kalau memang memungkinkan dan cukup di dalam, semua tempati yang di dalam dulu. Supaya semua merasa adil,” tegas Wakil Bupati.
Ia juga menekankan pentingnya penataan yang mempertimbangkan kenyamanan seluruh pedagang, baik yang berada di dalam maupun di luar pasar. Menurutnya, pengaturan harus dilakukan secara terbuka dan terukur agar tidak menimbulkan kecemburuan.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku Tenggara Gerardus Mayabubun, Sekretaris Dinas Satpol PP Maluku Tenggara Cemo Labetubun, serta Kepala Pasar Langgur Kaspres H. Narwadanubun.
Dalam dialog yang berlangsung, Wakil Bupati meminta agar dilakukan pendataan ulang jumlah pedagang dan ketersediaan meja, sehingga penempatan bisa dilakukan secara proporsional.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa saat ini masih dalam musim angin yang berdampak pada hasil tangkapan nelayan dan aktivitas perdagangan ikan, sehingga penataan yang baik sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas ekonomi para pedagang.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal pembenahan tata kelola Pasar Langgur agar lebih tertib, nyaman, dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh pedagang. (RB)
