Malraterkini.com.- Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menegaskan pentingnya penguatan pelaksanaan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) guna mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah kepulauan.
Penegasan tersebut disampaikan Wabup Charlos dalam sambutannya pada Pembukaan Rapat Pleno TPAKD Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa karakteristik daerah kepulauan menghadirkan tantangan akses keuangan yang lebih kompleks dibandingkan wilayah daratan.

Menurutnya, distribusi layanan perbankan yang belum merata, tingginya biaya operasional antarwilayah, keterbatasan infrastruktur pendukung, serta rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat menjadi faktor utama yang menyebabkan pelaku usaha khususnya UMKM, nelayan, dan petani belum optimal mengakses pembiayaan formal.
“Kondisi ini berdampak pada terbatasnya kemampuan ekspansi usaha, rendahnya produktivitas, serta masih tingginya ketergantungan pada pembiayaan informal yang berisiko,” ujar Charlos.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, lanjutnya, memandang bahwa program TPAKD harus terus diperkuat, terutama melalui integrasi program antarperangkat daerah, kejelasan indikator kinerja, pendampingan usaha agar layak pembiayaan, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi berbasis data.
“TPAKD tidak boleh berhenti pada tataran perencanaan administratif, tetapi harus menghasilkan program yang implementatif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Wabup Charlos juga menyoroti sejumlah prioritas strategis TPAKD Tahun 2026, meliputi penguatan sektor UMKM dan ekonomi produktif, perluasan akses pembiayaan bagi sektor pertanian dan perikanan, peningkatan literasi serta perlindungan konsumen jasa keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam layanan keuangan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan TPAKD sangat ditentukan oleh sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, regulator, lembaga jasa keuangan, hingga masyarakat. Pendekatan komprehensif dinilai krusial, baik dari sisi peningkatan kapasitas pelaku usaha maupun inovasi produk dan perluasan layanan keuangan.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara turut menyampaikan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan melalui OJK Provinsi Maluku, serta Bank Indonesia, atas dukungan dan kolaborasi dalam mendorong inklusi keuangan di daerah.
Menutup sambutannya, Wabup Charlos menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh pelaksanaan program TPAKD sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat ohoi dan wilayah terpencil.
“Melalui kerja kolaboratif dan program yang terukur, kita optimis percepatan akses keuangan mampu memperkuat fondasi ekonomi masyarakat Maluku Tenggara,” pungkasnya. (RB)
