Malraterkini.com.- Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia membawa harapan besar bagi masyarakat, khususnya dalam menekan angka kemiskinan di daerah.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat kegiatan bakti sosial terintegrasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk dukungan dari mitra sosial dan lembaga kemanusiaan, Pada Rabu 22 April 2026.

Menurut Hanubun, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Keterbatasan anggaran dan sumber daya menjadi tantangan utama, sehingga kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi kunci.
“Kalau kami berjalan sendiri, kami tidak mampu. Tapi dengan kehadiran Kementerian Sosial, ini menjadi kekuatan besar untuk melayani masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf atas respon cepat dan komitmen dalam mendukung program-program sosial di Maluku Tenggara. Menurutnya, komunikasi intensif yang dibangun selama ini akhirnya membuahkan hasil nyata bagi masyarakat.
Tak hanya itu, Bupati juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk lembaga sosial dan media yang turut mempublikasikan kegiatan tersebut agar diketahui luas oleh masyarakat.
“Kalau kegiatan ini tidak dipublikasikan, orang tidak akan tahu. Padahal dampaknya luar biasa bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Kemensos menjelaskan bahwa pelaksanaan bakti sosial ini didasarkan pada hasil asesmen lapangan yang menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan berbagai layanan sosial.
Mulai dari bantuan kebutuhan dasar, pengobatan seperti operasi katarak, fisioterapi, hingga bantuan pendidikan dan dukungan administrasi pernikahan menjadi fokus intervensi.
Program ini juga melibatkan Sentra Meohai sebagai pelaksana teknis di lapangan yang memastikan bantuan tepat sasaran.
Negara Hadir di Tengah Kesulitan
Bupati menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial terintegrasi ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang membutuhkan.
“Biasanya program berjalan sendiri-sendiri, sehingga tidak terlihat dampaknya. Tapi hari ini kita lihat bersama, semua terintegrasi dan hasilnya luar biasa,” ungkapnya.
Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut, bahkan diperluas ke sektor lain seperti pengembangan potensi daerah, termasuk pariwisata yang dimiliki Maluku Tenggara.
Dengan adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat, Hanubun optimistis angka kemiskinan di Maluku Tenggara dapat ditekan lebih cepat.
“Dengan intervensi seperti ini, kami yakin kemiskinan di daerah kami bisa turun lebih cepat,” tutupnya. (RB)
