Malraterkini.com.- Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan pentingnya menjaga keamanan, kebersihan, kualitas, dan higienitas makanan karena memiliki dampak besar terhadap kesehatan masyarakat serta pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat memberikan sambutan pada pembukaan Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Pangan Tahun 2026, yang berlangsung di Aurelia Hotel, Rabu (12/8/2026).

Bupati mengatakan, keamanan pangan merupakan investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Masyarakat yang mengonsumsi pangan aman dan berkualitas akan memiliki derajat kesehatan yang lebih baik, produktivitas yang lebih tinggi, serta mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Keamanan pangan merupakan investasi bagi pembangunan SDM. Masyarakat yang mengonsumsi pangan yang aman akan memiliki derajat kesehatan yang lebih baik, produktivitas yang lebih tinggi, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujar Hanubun.
Menurutnya, isu keamanan pangan siap saji harus mendapat perhatian serius. Salah satu persoalan yang perlu diantisipasi adalah kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan yang dapat disebabkan oleh buruknya kebersihan dalam penyajian, penggunaan bahan yang tidak diperbolehkan, cemaran pangan, maupun penggunaan gula, garam, dan lemak secara berlebihan.
Bupati menyebutkan, Kabupaten Maluku Tenggara memiliki potensi besar di sektor perikanan, hasil laut, pertanian, serta kuliner berbasis pangan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat.
“Kekayaan tersebut harus kita kelola dengan baik sehingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, produk pangan yang aman dan berkualitas dapat meningkatkan daya saing pelaku UMKM, membuka peluang investasi, sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.

Menurutnya, wisatawan yang berkunjung ke Maluku Tenggara tidak hanya menikmati keindahan pantai, laut, dan budaya Kei, tetapi juga mencicipi berbagai kuliner khas daerah.
“Apabila makanan yang disajikan aman, higienis, dan berkualitas, maka kepercayaan masyarakat maupun wisatawan akan semakin meningkat,” jelasnya.
Sebaliknya, apabila terjadi keracunan pangan akibat kelalaian dalam proses pengolahan, dampaknya bukan hanya dirasakan konsumen, tetapi juga pelaku usaha, citra daerah, dan perkembangan sektor pariwisata.
Bupati juga mengajak para penjamah pangan untuk menjaga kebersihan diri, tempat usaha, serta peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan makanan.
“Ketika menjaga kebersihan tempat usaha, sesungguhnya kita sedang menjaga nama baik Kabupaten Maluku Tenggara,” tegasnya.
Ia berharap para penjamah pangan tidak memandang profesi tersebut hanya sebagai mata pencaharian, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Terkait Program Strategis Nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG), Hanubun menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan para penjamah makanan siap saji sangat penting. Pasalnya, makanan yang disajikan akan dikonsumsi oleh anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui sehingga harus memenuhi persyaratan kesehatan.
“Setiap tahapan pengolahan makanan harus dilakukan secara higienis dan bertanggung jawab,” ucapnya.
Bupati Malra dua periode itu pun mengingatkan sejumlah langkah sederhana yang harus diterapkan, antara lain menjaga kebersihan diri sebelum mengolah makanan, mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun, menggunakan air bersih yang memenuhi syarat kesehatan, menjaga kebersihan peralatan dan tempat pengolahan, serta memisahkan bahan mentah dengan makanan siap saji.
Selain itu, penjamah pangan diminta menjaga suhu penyimpanan makanan sesuai ketentuan, menggunakan bahan pangan yang aman dan memiliki izin edar apabila dipersyaratkan, serta menjaga sanitasi lingkungan tempat usaha.
“Saya berharap seluruh peserta pelatihan ini menjadi pelopor, penggerak, dan agen perubahan di lingkungan masing-masing dalam mewujudkan pangan yang aman,” harapnya.
Bupati Thaher juga meminta peserta menyebarluaskan ilmu yang diperoleh selama pelatihan serta membangun budaya kerja yang bersih dan menerapkan prinsip higienis dalam setiap proses pengolahan makanan.
“Sebarkan ilmu yang Saudara peroleh, bangun budaya kerja yang bersih, dan terapkan higienis,” pungkas orang nomor satu di Kabupaten Maluku Tenggara itu.(RB)
