Malraterkini.com.- Meski perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Maluku akan dilaksanakan tahun 2031 mendatang, namun bursa para calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, mulai panas diperbincangkan. Sejumlah diskusi politik dan wacana di warung kopi di Kota Ambon tak lepas dari pembahasan tersebut.
Jelang kontestasi Politik lima tahunan itu, suhu politik memanas seiring munculnya wacana duet Mayjen TNI (Purn.) Arnold Paplapna Ritiauw dan Muhamad Thaher Hanubun. Kombinasi purnawirawan TNI dan tokoh birokrasi daerah ini dinilai menjadi salah satu pasangan potensial yang memperhitungkan keseimbangan geopolitik wilayah.

Thaher Hanubun hadir dengan modal politik kuat berbekal rekam jejaknya sebagai Bupati Maluku Tenggara dua periode serta mantan anggota DPRD Provinsi Maluku. Ia memiliki basis massa sosial yang mengakar di wilayah Kepulauan Tenggara Maluku.
Di sisi lain, Arnold Ritiauw yang merupakan mantan Danrem 151/Binaiya asal Teon Nila Serua (TNS) kini menjabat di jajaran birokrasi pusat. Perwira tinggi bintang dua ini memegang basis dukungan strategis di wilayah Seram, Maluku Barat Daya (MBD), hingga Kota Ambon.
Pemerhati politik daerah di Ambon, Iksan, menilai perpaduan latar belakang militer dan sipil ini memberikan sinergi yang pas untuk karakteristik Maluku sebagai wilayah kepulauan.
”Sinergi rekam jejak birokrasi daerah dan jejaring strategis di pusat menjadi modal kuat untuk mendorong agenda pembangunan infrastruktur serta stabilitas kawasan,” ujar Iksan, Sabtu (19/9/2026).
Iksan menambahkan, karakter kepemimpinan militer menawarkan disiplin dan kepemimpinan transformasional. Sementara itu, unsur sipil melengkapinya lewat diplomasi politik, tata kelola pemerintahan, serta kedekatan dengan masyarakat.
Kendati demikian, pasangan ini dinilai tetap menghadapi sejumlah tantangan menjelang 2031. Isu regenerasi kepemimpinan, dinamika rekomendasi partai pengusung, dan efektivitas pemetaan geopolitik antarwilayah pulau di Maluku akan menjadi faktor penentu utama langkah politik mereka ke depan. (tim)
