Malraterkini.com.- Di tengah kemeriahan pembukaan Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2026, Bupati Maluku Tenggara,Muhamad Thaher Hanubun, menunjukkan respons cepat terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Ohoi Evu, Senin (19/10/2026).
Usai melepas dan menerima ribuan peserta Karnaval Budaya yang memadati kawasan Landmark Langgur, Bupati Thaher langsung bertolak menuju lokasi kebakaran untuk melihat kondisi secara langsung.

Tidak sekadar melakukan peninjauan dari kendaraan, Bupati Thaher menerobos kawasan hutan dan berjalan kaki sejauh lebih dari tujuh kilometer menuju lokasi terdampak kebakaran.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Maluku Tenggara itu untuk memastikan kondisi kawasan yang terbakar serta melihat secara langsung perkembangan titik api dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
Di lokasi, hamparan lahan tampak hangus akibat dilalap api. Berdasarkan perkiraan di lapangan, kawasan terdampak kebakaran membentang sekitar tujuh kilometer dengan lebar kurang lebih tiga kilometer.
Kepulan asap yang masih terlihat pekat menunjukkan bahwa kondisi kawasan tersebut membutuhkan perhatian serius dan penanganan lebih lanjut.
Namun, yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah bukan hanya luas kawasan yang terbakar, melainkan keberadaan sumber air vital di sekitar lokasi.
Kawasan hutan yang terdampak kebakaran berada di sekitar sumber air yang dimanfaatkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Langgur dan sejumlah ohoi di Kabupaten Maluku Tenggara.
Kondisi tersebut membuat ancaman karhutla tidak dapat dipandang sebelah mata. Jika kebakaran terus meluas dan berdampak terhadap kawasan sumber air, maka ancamannya bukan hanya terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga terhadap keberlangsungan pasokan air bersih bagi masyarakat.
Karena itu, Bupati Thaher menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan perlindungan sumber air harus menjadi prioritas dalam penanganan kebakaran di kawasan Ohoi Evu.
“Keselamatan masyarakat dan kelestarian sumber air. Ini yang utama,” tegas Bupati Thaher di tengah kawasan hutan yang terbakar.
Turunnya Bupati secara langsung ke lokasi menjadi bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam merespons ancaman bencana lingkungan yang berpotensi memberikan dampak luas terhadap masyarakat.
Di saat Kabupaten Maluku Tenggara tengah menjadi perhatian melalui pelaksanaan FPMK 2026, pemerintah daerah tetap dihadapkan pada tanggung jawab untuk memastikan keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.
Kemeriahan festival dan promosi pariwisata tetap berjalan, namun pemerintah menegaskan bahwa keselamatan warga, perlindungan lingkungan dan keberlanjutan sumber air bersih merupakan hal yang tidak boleh dikesampingkan.
Respons cepat Bupati Thaher di tengah karhutla ini sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan pariwisata harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan kepentingan masyarakat.(RB)
