Malraterkini.com.- Kabupaten Maluku Tenggara mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah pelaksanaan Musyawarah Pelayanan Paripurna (MPP) XXXVII Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Tahun 2026. Forum MPP AM GPM akan berlangsung di Jemaat GPM Ohoira Kecamatan Kei Kecil Timur.
Olehnya itu, sebagai wujud dukungan pemerintah daerah sekaligus guna melestarikan tradisi leluhur masyarakat adat Kei, Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun didampingi Wakil Bupati Malra Carlos Viali Rahantoknam mengantar ‘Yelim’ kepada Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Ohoira, Jumat (17/10/2026) malam hari.
Rombongan Pemkab Malra dipimpin langsung oleh Bupati Maluku Tenggara Thaher Hanubun, didampingi Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Husain Rasyid Rachman, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Ketua Majelis Jemaat bersama panitia MPP XXXVII AMGPM Jemaat GPM Ohoira. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Yelim, Tradisi Leluhur yang Sarat Makna
Kata Yelim merupakan bahasa asli masyarakat Kei. Antar Yelim bukan sekadar kegiatan menyerahkan bantuan. Dalam kehidupan masyarakat Kei, Yelim merupakan tradisi yang mengandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kepedulian, solidaritas, kebersamaan, dan persaudaraan.
Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut menjadi bentuk dukungan nyata kepada sesama, terutama ketika masyarakat melaksanakan hajatan, pesta adat, kegiatan keagamaan maupun berbagai kegiatan penting lainnya.
Dukungan melalui Yelim biasanya diwujudkan dengan memberikan bahan makanan, minuman, maupun kebutuhan lainnya untuk membantu kelancaran suatu kegiatan.
Nilai utama dari tradisi tersebut terletak pada semangat berbagi dan kebersamaan. Yelim tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sebuah kegiatan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan persaudaraan serta menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Malra menyerahkan Yelim berupa puluhan dus air mineral dan berbagai bahan pangan yang diperuntukkan bagi kebutuhan panitia dan peserta MPP XXXVII AMGPM Jemaat GPM Ohoira.
Keterlibatan Pemkab Malra dalam kegiatan antar Yelim ini sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, gereja, dan masyarakat dalam mendukung kegiatan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.
Lebih dari sekadar bantuan, kehadiran pemerintah daerah dalam tradisi Yelim menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai budaya Kei agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Semangat kebersamaan tersebut diharapkan turut mendukung kelancaran pelaksanaan MPP XXXVII AMGPM di Jemaat GPM Ohoira sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik, tertib, dan sukses.
Melalui momentum ini, tradisi Yelim diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian penting dari identitas budaya masyarakat Kei.
Yelim mengajarkan bahwa kebersamaan, kepedulian, dan semangat saling membantu merupakan kekuatan masyarakat Kei dalam menjaga persatuan, persaudaraan, serta keharmonisan kehidupan bersama.(RB)
