Malraterkini.com.- Bupati Maluku Tenggara (Malra), Muhammad Thaher Hanubun, menegaskan komitmennya untuk mendukung pekerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang saat ini tengah dilaksanakan dengan memanfaatkan sumber air utama dari Evu.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri sosialisasi pembangunan jaringan perpipaan dan Sambungan Rumah (SR) SPAM yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Maluku, di Ruang Rapat Bupati Maluku Tenggara, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Penata Kelola Ahli Muda Subdirektorat Wilayah III, Tiasti Wening Purwandari, S.T., M.Eng., Penata Kelola Ahli Pertama Subdirektorat Wilayah III, Lutfia Armada, S.T., Kepala BPBPK Maluku Andreas Budi Wirawan, S.T., M.T., Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Maluku Muhamad Ali Tasrief, S.T., M.T., serta PPK Air Minum dan Sanitasi Abdul Hafidz Nainggolan, S.T
Dalam kesempatan tersebut, Hanubun menegaskan bahwa kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur air bersih.
“Masyarakat tidak mau tahu ada efisiensi atau apapun, yang pasti pelayanan tetap diterima dan kebutuhan ini harus terpenuhi. Saya harapkan dukungan dan partisipasi semuanya untuk membantu pekerjaan air yang sedang berlangsung,” tegas Hanubun.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada pihak balai yang telah hadir dan melaksanakan pekerjaan penyediaan air bersih di Maluku Tenggara. Menurutnya, kebutuhan air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Hanubun juga mengungkapkan bahwa terdapat dua sumber air yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah dan terus diperjuangkan, termasuk sumber air di wilayah Kei Besar.
“Bahkan kalau balai yang datang itu saya sendiri yang langsung antar untuk meninjau langsung lokasi sumber air, seperti di Kei Besar yaitu Baluruk,” ungkapnya.
Namun, kata Hanubun, salah satu program penyediaan air bersih yang sebelumnya telah dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp8 miliar harus dibatalkan akibat pandemi Covid-19.
“Kita ajukan terus tapi belum dapat juga. Semoga dengan kehadiran ibu dan bapak di sini, ya bisa untuk diperjuangkan agar masuk. Dua kali juga saya bertemu dengan Dirjen untuk diperjuangkan,” ujarnya.
Hanubun menjelaskan, kondisi sumber air di Kepulauan Kei Kecil berbeda dengan Kepulauan Kei Besar. Menurutnya, Kei Besar memiliki lebih banyak sumber mata air, sementara ketersediaan sumber air di Kei Kecil relatif terbatas.
Salah satu sumber air yang menjadi harapan masyarakat Kei Kecil adalah sumber air yang berada di Desa Evu.
Pemerintah daerah, lanjutnya, juga telah berupaya membantu menyediakan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami kesulitan mendapatkan air, termasuk Desa Dunwahan dan sejumlah desa lainnya.
Karena itu, Bupati berharap pekerjaan SPAM Evu dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hanubun bahkan meminta agar setiap persoalan yang muncul dalam pelaksanaan pekerjaan segera dikomunikasikan dengan pemerintah daerah.
“Langsung hubungi saya, pastinya akan saya layani dengan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Intinya komunikasi karena kebutuhan masyarakat itu sangat penting,” tandasnya.
Di akhir kegiatan, Bupati Maluku Tenggara turut menyerahkan piagam penghargaan kepada pihak balai sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dalam membantu mewujudkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di daerah tersebut.(RB)
