Malraterkini.com.- Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, turun langsung meninjau sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu sore (16/8/2026), sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap meningkatnya risiko kebakaran di tengah musim kemarau.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati memastikan proses penanganan dan pemadaman terus berlangsung dengan melibatkan petugas pemadam kebakaran serta berbagai unsur terkait. Ia juga meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang kering dapat mempercepat penyebaran api.
Di hadapan petugas dan masyarakat, Bupati mengingatkan agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan selama musim kemarau.
“Jangan membakar hutan atau lahan di musim kemarau. Kondisi seperti ini sangat mudah menyebabkan api menyebar dan dapat membahayakan lingkungan maupun masyarakat,” tegas Thaher Hanubun. 
Sebagai upaya mempercepat pemadaman, Bupati turut mengerahkan sekaligus membiayai operasional beberapa mobil tangki air milik umum untuk membantu armada Pemadam Kebakaran (Damkar) memasok kebutuhan air ke lokasi kebakaran.
Langkah tersebut diambil agar proses pemadaman dapat berjalan lebih efektif, terutama di titik-titik yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Selain memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal, Bupati juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran dengan tidak membuka lahan menggunakan api dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.

“Musim kemarau membutuhkan kewaspadaan kita semua. Jangan sampai kelalaian kecil menimbulkan kebakaran yang lebih besar,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap sinergi antara pemerintah, petugas, dan masyarakat dapat meminimalkan dampak kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau, sehingga keselamatan warga serta kelestarian lingkungan tetap terjaga.(RB)
