Malraterkini.com.- Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus mendorong penguatan ekonomi desa sebagai salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Upaya tersebut disinergikan dengan berbagai potensi lokal, mulai dari sektor perikanan, pariwisata hingga pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Hal itu disampaikan Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun dalam audiensi bersama Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria.

Dalam pemaparannya, Bupati Thaher menyebut penguatan ekonomi desa akan disinergikan dengan keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di lima lokasi, kawasan wisata prioritas Ngiar Varat, serta sentra UMKM.
Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga harus didukung kelembagaan ekonomi dan sumber daya manusia yang mampu menjadi penggerak pembangunan.
Kelompok pemuda dan organisasi kepemudaan (OKP), kata Thaher, akan terus dibentuk dan mendapatkan pendampingan. Pemerintah daerah juga mendorong penguatan Linmas Desa dengan sekitar 570 hingga 950 kader atau tiga sampai lima kader setiap desa.
Honorarium Linmas Desa diwajibkan dialokasikan melalui pemerintah desa sesuai dengan Peraturan Bupati.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Thaher menyampaikan enam kebutuhan strategis yang diharapkan mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kemendes PDT.
Pertama, penguatan konektivitas angkutan perdesaan dan antarpulau. Hal ini dinilai penting mengingat program DAK Transportasi Perdesaan sebanyak 18 unit pada periode 2020–2024 terhenti sejak 2025.
Kedua, pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bagi 165 desa yang hingga kini belum memiliki gerai.
Ketiga, pembangunan sarana dan prasarana desa wisata yang meliputi penyediaan air bersih, toilet, homestay hingga jaringan komunikasi.
Keempat, penguatan rantai dingin melalui pembangunan cold storage serta sarana pendukung Kampung Nelayan Merah Putih di desa-desa pesisir.
Kelima, pengembangan hilirisasi komoditas desa, khususnya pengolahan kelapa dan rumput laut dalam skala desa. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil produksi dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat.
Keenam, penguatan sumber daya manusia desa melalui pelatihan bagi pemuda, Linmas, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pembudidaya rumput laut, pengurus KDMP serta BUMDes.
Wamendes PDT Ahmad Riza Patria mengapresiasi paparan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara tersebut. Pemerintah pusat menyatakan dukungan terhadap upaya percepatan pembangunan sekaligus penguatan ekonomi desa di Maluku Tenggara.
Bupati Thaher menegaskan, penguatan ekonomi desa harus menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan Maluku Tenggara yang berbasis pada potensi lokal.
“Jika desa kuat, Maluku Tenggara akan maju,” tegas Thaher.(RB)
