Malraterkini.com.- Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam, menegaskan pentingnya menempatkan nilai-nilai Larvul Ngabal dan penghormatan terhadap perempuan sebagai bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kei.
Hal tersebut disampaikan Wabup Viali saat memberikan sambutan pada Seremoni dan Ziarah Peringatan Hari Nen Ditsakmas ke-8 Tahun 2026, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Langgur, Senin 7 September 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Maluku Tenggara, tokoh adat, Rat, kepala ohoi, Soa dan BSO, pemuka agama, Plt. Sekda, pimpinan OPD, ASN, tokoh perempuan, pemuda, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Viali mengatakan peringatan Hari Ditsakmas bukan sekadar momentum untuk mengenang sejarah masa lalu, tetapi menjadi kesempatan untuk kembali memahami nilai-nilai adat yang menjadi jati diri masyarakat Kei.
Menurutnya, Ditsakmas memberikan pesan kuat bahwa perempuan memiliki tempat, kehormatan dan peran penting dalam adat serta sejarah masyarakat Kei.
“Larvul Ngabal bukan sekadar aturan adat. Ia adalah fondasi kehidupan bersama yang mengatur bagaimana manusia harus saling menghormati, menjaga kehormatan keluarga, melindungi kehidupan, membangun persaudaraan, menjaga perdamaian dan bertanggung jawab terhadap negeri,” ujar Viali.
Ia mengajak para orang tua, pemangku adat, tokoh agama, tokoh perempuan dan generasi muda untuk tidak sekadar mengenal nama Ditsakmas, tetapi memahami makna dan nilai yang terkandung di dalamnya.
“Kalau generasi muda kita tidak lagi memahami adatnya, maka kita bukan hanya kehilangan pengetahuan tentang masa lalu, tetapi perlahan-lahan dapat kehilangan jati diri sebagai orang Kei,” tegasnya.
Perempuan Kei Harus Dihormati
Wabup Viali juga memberikan perhatian khusus terhadap posisi dan martabat perempuan dalam kehidupan masyarakat adat Kei.
Ia menegaskan bahwa perempuan bukan sekadar bagian dari masyarakat adat, tetapi merupakan bagian dari kehormatan masyarakat adat itu sendiri.
«“Perempuan Kei bukan sekadar bagian dari masyarakat adat. Perempuan adalah bagian dari kehormatan masyarakat adat itu sendiri. Karena itu, tidak boleh ada tindakan yang merendahkan martabat perempuan. Tidak boleh ada kekerasan terhadap perempuan,” katanya.»
Viali menilai penghormatan terhadap perempuan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari apabila masyarakat benar-benar ingin menjunjung tinggi nilai Larvul Ngabal.
“Jangan kita bicara tentang adat kalau kita masih merendahkan perempuan. Jangan kita berbicara tentang Larvul Ngabal kalau kita masih membiarkan kekerasan terhadap perempuan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Viali menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara untuk terus mendukung pelestarian adat dan budaya Kei sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah.
“Kita ingin membangun Maluku Tenggara yang maju secara ekonomi, berkualitas dalam pendidikan, kuat dalam pemerintahan dan terbuka terhadap kemajuan zaman, tetapi tetap berdiri kokoh di atas akar adat dan budaya Kei,” pungkasnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Ditsakmas sebagai gerakan moral untuk memperkuat keluarga, melindungi perempuan dan anak, memperkuat nilai Ain Ni Ain, serta menjaga persatuan masyarakat Kei.
“Dari Larvul Ngabal kita belajar tentang aturan. Dari Ain Ni Ain kita belajar tentang persaudaraan. Dari Ditsakmas kita belajar tentang penghormatan terhadap perempuan,” tutup Viali.
Kegiatan kemudian ditutup dengan seruan bersama: “Ain Ni Ain. Larvul Ngabal tetap menjadi kekuatan moral masyarakat Kei. Setara Sejahterakan Negeri.”(RB)
