Malraterkini.com.- Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, resmi membuka rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang dipusatkan di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Maluku, Karang Panjang, Ambon, Jumat (3/7/2026).

Pembukaan Bulan Bung Karno tersebut berlangsung meriah dan dihadiri kader, simpatisan, serta masyarakat. Berbagai kegiatan digelar dalam momentum tersebut, mulai dari lomba pidato dan orasi kebangsaan, bakti sosial, pembagian sembako, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.
Dalam sambutannya, Benhur menegaskan bahwa kondisi krisis keuangan dan tantangan fiskal yang tengah dihadapi saat ini tidak boleh menjadi alasan untuk melemahkan semangat perjuangan partai.
“Meski dalam kondisi krisis keuangan sekarang ini, tidak menyurutkan langkah PDI Perjuangan melaksanakan seluruh kegiatan dan agenda partai,” tegas Benhur.
Menurutnya, kekuatan utama PDI Perjuangan hingga tetap eksis sampai hari ini bukan terletak pada kemewahan ataupun kekuatan materi, melainkan pada solidaritas dan semangat gotong royong seluruh kader.
“Krisis fiskal bukan hambatan bagi kita. Modal kita adalah gotong royong dan membuat partai kita eksis sampai hari ini,” ujarnya.
Selain menjadi ajang konsolidasi kader, peringatan Bulan Bung Karno juga diisi dengan lomba pidato dan orasi kebangsaan yang diikuti sebanyak 57 peserta. Para peserta tampil menyampaikan gagasan tentang nasionalisme, perjuangan rakyat, serta relevansi ajaran Bung Karno dalam kehidupan berbangsa saat ini.
Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia menghadirkan tiga dewan juri, yakni Dr. Carolin Sasabone, M.Pd, Dr. Leunard Heppy Lelepary, M.Pd, dan Alex Robert Tutuhatunewa, SH, M.Si.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, DPD PDI Perjuangan Maluku juga menyalurkan 450 paket sembako kepada kader dan peserta kegiatan sebagai bentuk kepedulian sosial di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Tak hanya itu, layanan pemeriksaan kesehatan gratis juga mendapat perhatian masyarakat. Sejumlah peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka.
Bagi PDI Perjuangan Maluku, Bulan Bung Karno bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen perjuangan partai agar tetap berpihak kepada rakyat, sekaligus menjaga semangat nasionalisme, persatuan, dan gotong royong sebagaimana diwariskan Bung Karno.
Melalui rangkaian kegiatan ini, PDI Perjuangan Maluku menegaskan bahwa ajaran Bung Karno tetap relevan di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan politik saat ini. Semangat gotong royong, kata Benhur, harus terus menjadi kekuatan utama dalam menjaga eksistensi partai sekaligus mengabdi kepada masyarakat. (RB)
