Malraterkini.com.- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Maluku menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Teluk Baguala, Kota Ambon.

Kegiatan yang melibatkan DPC PDI Perjuangan Kota Ambon, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Baguala dan Teluk Ambon, serta masyarakat setempat itu dipusatkan di tiga titik kawasan pesisir, yakni Kelurahan Lateri, Desa Waiheru, dan Desa Hunut-Durian Patah.
Aksi penghijauan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno, sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian PDI Perjuangan terhadap kelestarian lingkungan pesisir di Maluku.
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, ST., SH., mengatakan, penanaman mangrove merupakan implementasi nyata dari konsep Politik Hijau yang diusung PDI Perjuangan.
Menurut Benhur, Politik Hijau adalah bentuk kecintaan terhadap tanah air yang diwujudkan melalui tindakan nyata dalam merawat bumi, menjaga kelestarian lingkungan, serta memuliakan alam Indonesia sebagai warisan bagi generasi mendatang.
“Kegiatan ini merupakan refleksi dari Politik Hijau PDI Perjuangan sebagai ekspresi cinta tanah air, merawat pertiwi, dan memuliakan persada Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ekosistem mangrove memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat pesisir. Selain menjadi benteng alami penahan abrasi akibat gelombang laut, mangrove juga berfungsi sebagai habitat berbagai jenis biota laut yang menopang keseimbangan ekosistem.
Karena itu, pelestarian mangrove, kata Benhur, tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk partai politik, komunitas, dan warga di wilayah pesisir.
“Kegiatan ini dilakukan untuk melindungi sekaligus melestarikan biota laut serta mengurangi abrasi yang terjadi, baik karena faktor alam maupun akibat aktivitas manusia sendiri,” jelasnya.»
Benhur menambahkan, melalui gerakan Politik Hijau, PDI Perjuangan ingin membangun kesadaran masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan hidup, baik di kawasan daratan maupun wilayah pesisir dan laut.
Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya berbicara tentang kepentingan hari ini, tetapi juga memastikan generasi mendatang tetap dapat menikmati sumber daya alam yang lestari dan ekosistem yang sehat.
Suasana gotong royong tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Para kader partai bersama warga turun langsung ke pesisir untuk menanam bibit mangrove satu per satu di kawasan yang selama ini menjadi benteng alami garis pantai.
Melalui aksi penanaman tersebut, PDI Perjuangan berharap semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan terus tumbuh di tengah masyarakat. Sebab, keberhasilan menjaga ekosistem pesisir tidak hanya diukur dari banyaknya pohon yang ditanam, tetapi juga dari komitmen bersama untuk merawat dan melestarikannya dalam jangka panjang.
Aksi penghijauan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, namun memberi manfaat besar bagi keberlangsungan ekosistem, kehidupan masyarakat pesisir, dan masa depan Maluku yang lebih hijau. (RB)
