Malraterkini.com.- Ancaman polisi udara dan menjaga kesehatan warga pasca peringatan kabut asap lebat yang menyelimuti langit-langit wilayah Maluku Tenggara menimbulkan kekhawatiran Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun.
Bupati Thaher Hanubun bersamaa jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara bergerak cepat mengambil langkah antisipasi terhadap fenomena alam tersebut.
Sebanyak 15.000 masker dibagikan kepada masyarakat sebagai upaya mencegah gangguan kesehatan, khususnya penyakit yang berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan.
Langkah tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun, yang turun ke lapangan dan ikut membagikan masker kepada masyarakat di Jembatan Usdek, Kecamatan Kei Kecil, Rabu (7/10/2026).

Pembagian masker ini dilakukan menyusul siaran pers Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Nomor: e.B/ME.02.04/020/KAMQ/X/2026, yang menjelaskan adanya kondisi asap tipis hingga sedang di sejumlah wilayah Maluku.
Berdasarkan hasil observasi BMKG selama sepekan terakhir, asap terpantau menyelimuti langit Maluku dengan jarak pandang berkisar antara 5 hingga 9 kilometer. Pada 3 Oktober 2026, kondisi asap cukup tebal juga terpantau di sejumlah wilayah, dengan jarak pandang kurang dari 5 kilometer.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemkab Maluku Tenggara melalui Dinas Kesehatan langsung melakukan pembagian masker secara bertahap.
Kepala Dinas Kesehatan Maluku Tenggara, Mucshin Rahayaan, menjelaskan bahwa pembagian masker telah dilakukan sejak pagi hari dengan mengerahkan jajaran Dinas Kesehatan di sejumlah titik.
Pada tahap awal, sebanyak 50 dos atau sekitar 2.500 masker dibagikan di empat titik, yakni kawasan Watdek, depan lampu merah, tikungan PLN Langgur, dan Pasar Langgur.
Jumlah tersebut kemudian ditambah sehingga total masker yang disiapkan untuk masyarakat mencapai sekitar 15.000 masker.
“Pada pembagian masker pertama, Dinas Kesehatan mengerahkan seluruh pegawainya pada empat titik lokasi, yakni Watdek, depan lampu merah, tikungan PLN Langgur dan Pasar Langgur,” jelas Mucshin.
Menurutnya, langkah antisipasi tidak hanya dilakukan di kawasan perkotaan. Pemkab Malra juga melibatkan 21 Puskesmas se-Kabupaten Maluku Tenggara untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Selain membagikan masker, setiap Puskesmas juga diarahkan untuk memberikan sosialisasi, edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh selama kondisi kabut asap berlangsung.
Sementara itu, Bupati Muhamad Thaher Hanubun mengimbau masyarakat agar disiplin menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah selama beberapa hari ke depan, terutama saat kondisi asap dan jarak pandang menurun.
Imbauan tersebut juga ditujukan kepada siswa dan tenaga pendidik agar tetap memperhatikan kondisi kesehatan selama melaksanakan aktivitas pembelajaran.
Bupati turut mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di laut agar meningkatkan kewaspadaan. Kondisi jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi para pengguna transportasi maupun masyarakat yang bekerja di laut.
Pemkab Maluku Tenggara mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan hingga kondisi kabut asap kembali normal. (RB)
