Malraterkini.com.- Menyambut pelaksanaan Piala Dunia 2026, Pemerintah Kota Tual bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mendukung penyelenggaraan Pawai Damai yang melibatkan ribuan masyarakat dari kedua daerah. Kegiatan ini menjadi bukti semangat kebersamaan warga dalam bingkai persatuan.
Pawai akbar ini diikuti oleh pendukung berbagai negara peserta, antara lain Inggris, Belanda, Brasil, Argentina, Jerman, Spanyol, Portugal, Prancis, dan Jepang. Rombongan berkumpul di Stadion Maren Langgur Pada Kamis 11/06/2026, sebelum bergerak menuju Landmark Langgur.
Kegiatan resmi dilepas langsung oleh Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun. Bupati Thaher Hanubun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh peserta senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.
“Ini adalah cara kita menjaga kebersamaan dalam semangat Ain Ni Ain, khususnya antara Pemerintah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara yang berada dalam satu wilayah Kepulauan Kei,” ujar Hanubun.

Suasana pawai semakin meriah dan berwarna ketika rombongan pendukung Timnas Inggris tampil mencolok dengan mobil sport mewah berwarna merah. Kehadiran mereka disertai dengan asap warna-warni yang menambah daya tarik di area Landmark Langgur.
Rombongan ini dipimpin langsung oleh Ketua Pendukung Timnas Inggris, Fadly, didampingi oleh para sesepuh, di antaranya mantan Sekretaris Daerah Kota Tual, Ridwan Renwarin, serta tokoh masyarakat lainnya yakni Dhedy, Enjonk, dan Zeta Tapotubun.
Dalam aksi damainya, mereka membagikan selebaran bertuliskan semangat: “Pendukung Inggris Kepulauan Kei, Bawa Semangat Damai Negeriku Melalui Sepak Bola. Kami datang berjuang dan menang dengan target lima bintang melalui Juara Piala Dunia.”
Ketua Pendukung Inggris, Fadly, menyatakan bahwa semboyan “Beta Kei Beta England” bermakna seluruh masyarakat adalah satu saudara. “Sepak bola menjadi wadah membangun rasa persaudaraan. Kami semua adalah saudara,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh anggotanya senantiasa mematuhi aturan lalu lintas dan norma yang berlaku. “Meskipun jumlah kami tidak sebanyak kelompok lain, bagi kami sepak bola bukan soal jumlah pendukung, melainkan permainan yang indah, menyenangkan, dan yang terpenting menjunjung tinggi nilai sportivitas,” pungkasnya.
Pawai berjalan dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai, mencerminkan semangat damai dan persatuan yang ingin dibangun melalui olahraga.(RB)
