Malraterkini.com.- Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam, mewakili Bupati Maluku Tenggara melepas jenazah Almarhum Raja Ohoilim Nangan (Rat Manyeuw), Norbertus Watratan yang berlangsung di Ohoi Rumadian Kecamatan Manyeuw, Minggu 6 September 2026.
Dalam sambutannya, Wabup Viali menyampaikan duka cita yang mendalam atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan seluruh masyarakat atas berpulangnya salah satu tokoh adat tersebut.

Wabup Viali, menyebut kepergian sosok Rat Manyeuw Norbertus Watratan merupakan kehilangan besar bagi keluarga, Dewan Rat, serta masyarakat Maluku Tenggara dan Bumi Larwul Ngabal.
“Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi keluarga, Dewan Rat, dan khususnya bagi Bumi Larwul Ngabal. Almarhum adalah sosok Vis Bad dan Dir U Ham Wang yang menjadi teladan,” ujar Charlos saat membawa sambutan, Minggu (6/9/2026).
Kata Wabup Viali, aalmarhum selama hidupnya dikenal sebagai sosok yang tegas dalam menjaga adat dan tradisi masyarakat Evav.
Keteguhan tersebut, kata dia, merupakan bentuk kecintaan almarhum terhadap nilai-nilai leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.
“Ketegasan beliau adalah bukti cinta kepada nilai-nilai leluhur. Harapan besar beliau agar generasi muda Evav tetap berpegang pada nilai tradisional di tengah arus modernitas adalah warisan yang wajib kita jaga,” ucapnya.
Orang nomor dua di Kabupaten Maluku Tenggara itu berharap nilai-nilai adat dan kearifan lokal yang selama ini diperjuangkan almarhum dapat terus dipelihara dan diteruskan oleh generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga menyampaikan permohonan maaf atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara apabila selama almarhum menjalankan tugas sebagai Rat Manyeuw terdapat kebijakan maupun hal-hal yang kurang berkenan.
“Kami sangat merasa kehilangan. Meskipun raga beliau telah berpulang, semangat dan pemikiran beliau akan tetap hidup. Ratschap Ohoilim Nangan akan tetap berdiri kokoh,” tegasnya.
Pelepasan jenazah tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, para Rat dari Lor Siuw, Lor Lim dan Lor Lobay, tokoh agama, para kepala Ohoi, serta masyarakat.
Kepergian Norbertus Watratan meninggalkan duka mendalam sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai adat, persaudaraan, dan kearifan lokal sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Evav.(RB)
